WowKeren.com Logo
WK COMMUNITY
Topik Keren
TAGS

Remaja Banyuwangi Tulis Keberagaman di Medsos Jadi Viral, Nistakan Agama?

18 May 2017 20:57:48 WIB
Karena tulisan ini Facebook meminta remaja Banyuwangi untuk verifikasi kembali dan medsosnya sempat tak bisa dibuka.

WowKeren.com - Akun milik Afi Nihaya Faradisa, remaja asal Banyuwangi yang tulisan inspiratifnya viral di media sosial, sempat tidak bisa dibuka sejak Rabu malam (17/5). Akun tersebut tak bisa dibuka setelah ia menulis status terkait keberagaman yang berjudul warisan.

Dalam statusnya, putri pasangan Wahyudi dan Sumarti menulis, jika kewarganegaraan, nama, dan agama adalah warisan. "Padahal status itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pilkada Jakarta yang sudah lewat. Tulisan itu saya tulis sebagai perenungan buat saya dan kita semua, " jelas gadis kelahiran 1998, dikutip dari Kompas.com Kamis (18/5).

Dia mengaku sudah mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu akun Facebooknya tidak bisa dibuka. Karena tidak semua orang bisa menerima pemikirannya. "Saya menulis bukan untuk mengejar like apalagi follower. Saya murni menulis untuk perdamaian dan ktitik sosial. Pastinya ada yang suka dan banyak juga yang nggak suka," jelasnya.

Afi bercerita, dia sempat diminta data asli dan foto oleh pihak Facebook saat akunnya tidak bisa dibuka. Padahal akun yang dimilikinya bukan akun palsu. Akun Facebooknya akhirnya kembali bisa diakses pada Kamis sore (18/5).

Walaupun akunnya sempat tidak bisa dibuka, dia tidak akan membuatnya berhenti menulis. "Sepertinya saya akan buat web khusus karena selama ini ya hanya satu itu saja akun Facebook saya dan juga Instagram yang baru buat Februari lalu," jelasnya.

Berikut status Facebook Afi yang berjudul Warisan yang viral dan sudah dibagikan oleh ribuan netizen. "Warisan" ditulis oleh Afi Nihaya Faradisa.

Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak.

Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan. Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan.

Untungnya, saya belum pernah bersitegang dengan orang-orang yang memiliki warisan berbeda-beda karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa yang akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara.

Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan kebangsaan kita. Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri.

Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka.

Ternyata, Teman saya yang Kristen juga punya anggapan yang sama terhadap agamanya. Mereka mengasihani orang yang tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan, karena orang-orang ini akan masuk neraka, begitulah ajaran agama mereka berkata.

Maka, Bayangkan jika kita tak henti menarik satu sama lainnya agar berpindah agama, bayangkan jika masing-masing umat agama tak henti saling beradu superioritas seperti itu, padahal tak akan ada titik temu.

Jalaluddin Rumi mengatakan, "Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu, memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh."

Salah satu karakteristik umat beragama memang saling mengklaim kebenaran agamanya. Mereka juga tidak butuh pembuktian, namanya saja "iman". Manusia memang berhak menyampaikan ayat-ayat Tuhan, tapi jangan sesekali mencoba jadi Tuhan. Usah melabeli orang masuk surga atau neraka sebab kita pun masih menghamba.

Latar belakang dari semua perselisihan adalah karena masing-masing warisan mengklaim, "Golonganku adalah yang terbaik karena Tuhan sendiri yang mengatakannya". Lantas, pertanyaan saya adalah kalau bukan Tuhan, siapa lagi yang menciptakan para Muslim, Yahudi, Nasrani, Buddha, Hindu, bahkan ateis dan memelihara mereka semua sampai hari ini?
(wk/kr)

loading...
loading...


Berita Umum terkait :
Ditemukan Potongan Tubuh, Milik Pelaku Bom Bunuh Diri Halte Kampung Melayu?
Bom Bunuh Diri Diduga Meledak di Kampung Melayu, Polisi Ikut Jadi Korban Tewas
Disebut Bakal Jadi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019, Begini Respon Panglima TNI
Puisi Jaka Jadi Viral dan Tuai Kontroversi, Panglima TNI Beri Penjelasan

BERITA : Seleb | Korea | Film | TV | Musik | Olahraga | Umum | RSS | WK on Twitter | WK on Facebook | Mobile Version
Tentang Kami | Kontak | Job Vacancy | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan    © 2017 Copyright MEDIA INFO. All Rights Reserved.