Dalam hidup, seseorang harus punya cita-cita. Menjadi orang bodoh, orang pintar, orang cerdik, orang licik, atau orang beruntung adalah pilihan. Ahmad, besar tanpa cinta di Panti Asuhan, ia tumbuh menjadi orang pintar dan bekerja sebagai pegawai Pos.
Cita-cita Ahmad sederhana, ingin memiliki cinta, foto bersama dan menyimpannya dalam dompet di saku belakang celana. Tapi apakah kepintaran Ahmad cukup untuk mewujudkan cita-citanya itu, di dunia yang penuh berbagai jenis manusia?