Sudah Digusur, Tarif Bisnis Syur di Kalijodo Malah Meningkat?
Nasional

Simak penuturan beberapa sumber mengenai perubahan yang terjadi di kawasan tersebut.

WowKeren - Bisnis pemuasan hawa nafsu di kawasan Kalijodo, Jakarta Barat telah menemui akhirnya setelah diratakan dengan tanah. Setelah pembebasan kawasan Kalijodo dilakukan, para pekerja seks komersial (PSK) kini telah bebas dan berhak menentukan nasibnya sendiri tanpa adanya intervensi para muncikari. Ada yang pulang kampung, ada yang tetap bertahan di Jakarta.

Namun seperti masalah sosial klasik, para "pelanggan setia" kawasan ini tidak serta-merta ikut hilang begitu saja. Di tempat ini, bisnis esek-esek terkadang masih bisa dilakukan namun dengan tarif bayaran yang jauh lebih tinggi. "Yang pego (Rp 150.000) dengan standar Kalijodo udah enggak ada, kecuali lu mau yang di Gunung Antang," kata mantan pelanggan bisnis di sana.


Keterangan itu pun dibenarkan oleh seorang muncikari di kawasan Mangga Besar. Harga yang ditawarkan saat ini melonjak hingga 100 persen lebih. "Paling bawahnya Rp 250 ribu buat yang STW (setengah tua, PSK berumur kisaran 30-40 tahun). Yang standar (muda) ya Rp 400 ribuan, belum termasuk kamar," ujar sumber tersebut.

Cara pemesanan dan memilih para PSK juga berganti. Walau sudah lama populer di kalangan atas, cara online kini menjadi kebiasaan baru. "Kalau pakai online, lu tinggal duduk aja di salah satu halte, tinggal pilih saja foto dan harga yang mereka tawarkan," kata seorang sumber yang mengaku seorang mahasiswa di Universitas Jakarta.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait