Kepala BNN Budi Waseso mengungkap cara untuk memberantas narkoba yang beredar di Indonesia.
- Tim WowKeren
- Selasa, 06 Desember 2016 - 14:13 WIB
WowKeren - Peredaran narkoba yang merajalela di Indonesia sudah pada tahap yang memprihatinkan. Dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba milik BNN di kawasan Monas, Selasa (6/12), Presiden Jokowi mengungkap jika setiap tahunnya ada 15 ribu orang yang meninggal gara-gara obat-obatan terlarang itu.
"Berapa bandar dan pengedar yang mati akibat narkoba? Ini pertanyaan untuk Pak Kepala BNN supaya dibandingkan dengan 15.000 yang mati tadi," ujar Jokowi. "Tolong ini digarisbawahi. Perang besar terhadap narkoba."
Pernyataan Jokowi itu rupanya dianggap sebagai sebuah teguran untuk Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso (Buwas) agar lebih keras dalam memerangi narkoba. Dalam pernyataannya, Buwas bahkan mengungkap jika hukuman tembak mati di tempat bagi pengedar narkoba bisa saja diterapkan di Indonesia, dengan syarat ada perlawanan saat penangkapan.
"Bila memang dibutuhkan dan memang diharuskan karena ada suatu tindakan perlawanan, kita akan lakukan itu (tembak mati di tempat). dan BNN sendiri sudah dilengkapi dengan persenjataan yang baru," ujar Buwas.
Lebih lanjut, Buwas mengatakan jika untuk memperkecil angka korban obatan-obatan terlarang itu bisa dilakukan dengan membongkar jaringan peredarannya. "Artinya kalau seimbang itu, kita harus bisa mengungkap jaringan itu sampai tuntas. Artinya kalau kita tuntaskan jaringan itu, tidak akan lagi beroperasi di negara kita," pungkasnya.
(wk/)