Presiden Jokowi mengimbau agar nilai tukar rupiah dibandingkan dengan mitra dagang Indonesia terbesar saat ini.
- Tim WowKeren
- Selasa, 06 Desember 2016 - 14:59 WIB
WowKeren - Nilai tukar rupiah yang tidak terhadap dolar Amerika Serikat yang tidak kunjung membaik memang membuat resah beberapa pihak. Meski begitu, Presiden Joko Widodo baru-baru ini mengatakan jika hal tersebut tidak mempengaruhi kondisi ekonomi di Indonesia.
Presiden Jokowi menegaskan jika dollar Amerika Serikat tidak bisa menjadi patokan untuk mengukur perekonomian di Tanah Air. Apalagi mengingat nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat saat ini nilainya hanya 10 persen.
Jokowi menuturkan, usai Donald Trump terpilih banyak mata uang di berbagai negara yang nilainya juga ikut melemah. Tidak hanya itu, kebijakan Trump "America First" nantinya juga akan membuat Negeri Paman Sam itu menjadi terpisah.
"Menurut saya, kurs rupiah dan dollar bukan lagi tolak ukur yang tepat," tegas Jokowi. "Artinya, kurs rupiah-dollar semakin tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia, tetapi semakin mencerminkan kebijakan ekonomi AS yang saya sampaikan jalan sendiri tadi."
Sang presiden mengimbau, masyarakat khususnya pengusaha untuk mengukur nilai tukar rupiah dengan mitra dagang terbesarnya. Menurutnya, kini rupiah seharusnya dibandingkan dengan Yuan Renminbi (Tiongkok). Kalau Tiongkok terbesar ya harusnya Rupiah-Renminbi yang relevan," pungkasnya.
Seperti diketahui, nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai 15 persen. Sedangkan ke Eropa senilai 11,4 persen dan Jepang 10,7 persen.
(wk/)