Cuitan Taylor Swift ini malah mengundang kritikan pedas dari fansnya. Kenapa?
- Tim WowKeren
- Senin, 23 Januari 2017 - 12:16 WIB
WowKeren - Lebih dari satu juta orang terlibat dalam aksi Women's March pada Sabtu (21/1) kemarin, tepat sehari setelah pelantikan Donald Trump. Sederet selebritis papan atas dunia pun beramai-ramai turun di jalan ikut menyuarakan pikiran mereka mengenai kebijakan Trump.
Melihat aksi tersebut, Taylor Swift pun langsung memberikan apresiasinya lewat Twitter. Akan tetapi pujiannya itu malah membuat Swift mendapatkan komentar pedas dari penggemarnya. "Sangat suka, bangga dan hormat untuk orang-orang yang ikut dengan aksi ini. Aku bangga menjadi seorang perempuan hari ini dan setiap hari," tulis Swift di Twitter.
Tak lama setelah mempostingnya, cuitan Swift ini langsung dipenuhi respon negatif. Banyak pengguna Twitter yang menuduhnya hanya mengeluarkan omong kosong tanpa disertai dengan tindakan.
"Mengapa kamu tidak mengatakan apapun selama kampanye pemilihan presiden? Kami seharusnya bisa melakukannya jadi ini tidak akan terjadi," ujar seorang netter. "Kakimu sakit atau karena sesuatu? Mengapa kamu tidak ikut Women's March?" tanya seorang fans.
Penggemar yang lainnya juga merasa kecewa lantaran sikap Swift ini seolah-olah hanya ingin mengambil untungnya saja."Sebagai fansmu, ini adalah semacam omong kosong. Jika kamu benar-benar feminis, kamu akan berbicara melawan Donald Trump bukan hanya mengajak memilih di hati pemilihan. Kamu hanya mengaku seorang feminis ketika itu menguntungkan bagimu," komentar kesal fans.
Tapi tidak semua netter menyerang Swift, ada beberapa yang membelanya. "Ia punya banyak penguntit gila jadi ia tidak dapat berada di satu tempat untuk waktu yang lama," ujar seorang netizen. Meski demikian, alasan itu tetap tidak bisa diterima. Pasalnya, sederet artis populer lainnya seperti Katy Perry, Madonna dan Miley Cyrus ikut dalam aksi demo tersebut.
Hingga kini, Swift belum menjawab satu pun komentar pedas yang ditujukan padanya. Sebelumnya, pelantun "Shake It Off" itu memang jarang mengutarakan pendapatnya soal pemilu presiden AS beberapa bulan lalu. Ia hanya menunjukkan sebuah foto dirinya tengah berada di lokasi pemilihan Pilpres.
(wk/)