Begini penjelasan KPU mengenai perubahan metode dalam debat pamungkas Pilkada DKI.
- Tim WowKeren
- Rabu, 12 April 2017 - 10:40 WIB
WowKeren - Debat pamungkas pilkada DKI putaran kedua akan digelar malam ini, Rabu (12/4). Dua kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan diminta menyampaikan programnya untuk Jakarta.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI berharap jika yang disampaikan malam ini bukanlah pengulangan dari tiga debat sebelumnya. "Ini bentuk penajaman visi misi, tidak boleh menyampaikan hal yang sudah pernah disampaikan atau mengulang penjelasan yang sifatnya normatif," kata Komisioner KPU Dahlia Umar, Senin (11/4).
Untuk itulah mereka membuat perubahan konsep atau metode debat yang baru. Dalam metode baru itu, masyarakat akan bertanya langsung kepada calon. Sehingga debat kali ini tak hanya bersifat hiburan, melainkan adu program yang sesungguhnya untuk masa depan Jakarta.
Para kandidat pun bertugas untuk menyampaikan bagaimana cara mencapai atau menyelesaikan masalah dengan target hasil akhir yang nantinya bisa dinikmati masyarakat. Isu yang disampaikan bisa dari berbagai permasalahan seperti sosial, pelayanan publik dan yang lainnya.
Masyarakat yang dihadirkan pun akan datang dari berbagai bidang. "Metode yang kita ingin tampilkan ini adalah representasi masyarakat langsung dalam sebuah forum debat. KPU bahkan tidak tahu pertanyaannya apa, ini untuk menjaga kerahasiaan dan kredibilitas," tutup Dahlia.
(wk/)