Rusia diduga akan melakukan langkah ini untuk menggagalkan voting DK PBB terkait serangan senjata kimia Suriah.
- Tim WowKeren
- Rabu, 12 April 2017 - 17:00 WIB
WowKeren - Serangan senjata kimia yang terjadi di Idlib, Suriah membuat murka publik internasional. Setidaknya ada 87 warga yang tewas termasuk puluhan anak-anak akibat gas beracun yang dijatuhkan.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dilaporkan akan mengambil tindakan atas kejadian ini. Mereka akan menggelar voting mengenai resolusi yang menuntut Suriah bekerja sama dalam penyelidikan dugaan penggunaan senjata kimia.
Draf resolusi tersebut kabarnya diajukan oleh Inggris, Perancis dan Amerika Serikat. Proposal itu menyatakan dukungan penuh pada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) melakukan penyelidikan penuh atas serangan terparah setelah insiden 2013 lalu.
Meski begitu ada dugaan jika Rusia akan menggunakan hak vetonya untuk menggagalkan pengambilan suara ini. Pemerintahan Presiden Vladimir Putin diketahui telah tujuh kali menggunakan hak vetonya untuk menghalangi DK PBB mengambil tindakan atas Suriah.
Seperti diketahui Rusia membela pemerintah Assad dengan menyebut jika senjata kimia ini berasal dari gudang senjata pemberontak yang dihancurkan oleh militer Suriah. Mereka bahkan mengecam dengan keras langkah Amerika Serikat melepaskan rudal untuk membalas Suriah.
Pihak Rusia menuding AS telah merencanakan rudal jauh sebelum serangan senjata kimia terjadi. Mereka bahkan meyakini jika pemerintahan Donald Trump akan kembali menyerang Suriah dan memfitnah Assad.
(wk/)