Ahok Sebut Reklamasi Untungkan Warga DKI
Nasional

Menolak dikatakan berpihak pada pengembang, seperti ini penjelasan Ahok mengenai keuntungan yang didapat warga DKI dari proyek reklamasi.

WowKeren - Meski pro reklamasi, calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menyatakan masih tetap berpihak pada rakyat kecil. Hal itu ia sampaikan pada debat final pilgub DKI Jakarta yang berlangsung kemarin malam, Rabu, 12 April 2017, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Dalam debat pamungkas yang digelar KPU DKI itu, Ahok menyampaikan keuntungan yang didapat dari proyek reklamasi. "Orang yang beli tanah di pulau reklamasi, setiap kali dia nyambung sertifikat, dia kena 5 persen dari NJOP (Nilai Jual Objek Pajak), bayar ke DKI lagi. Fasum (fasilitas umum), fasos (fasilitas sosial) hampir 48 persen rata-rata punya DKI. Yang sisa yang dia bisa jual, 52 persen, itu 5 persen gross (keuntungan) punya DKI juga. Terus tiap tanah yang bisa dia jual, dia dikenakan 15 persen dari NJOP. Untung banget kita," tegasnya.

Ahok menyangkal anggapan dirinya hanya berpihak pada pengembang. Ahok menyatakan bahwa sepenuhnya hasil dari reklamasi digunakan untuk rakyat Jakarta. Nantinya, sertifikat seluruh tanah yang ada di pulau reklamasi diatasnamakan Pemda DKI. Para pengembang yang membeli tanah di pulau reklamasi pun akan dikenakan pajak yang tak sedikit.


Soal nasib nelayan yang kerap disinggung akan merugi jika dilakukan reklamasi. Ahok justru mengatakan sebaliknya, nelayan akan diuntungkan dengan adanya reklamasi. Ahok menyatakan tidak akan mendiskreditkan nelayan. "Nggak mungkinlah (mendeskreditkan nelayan). Nelayan kita mau kasih dia store storage segala macam, sudah (kita) desain," ujarnya.

Ahok menjamin kehidupan yang lebih baik lagi bagi nelayan. Ia juga menyampaikan bentuk upaya menyejahterakan nelayan. "Justru nelayan kan sudah kita bilang, tanggul begitu jadi, kan kita lagi bikin tanggul 3,8 (meter). Semua nelayan, kapal sandar di depan tanggul. Lalu di balik tanggul itu, kan kita sengaja lebihkan tanah yang kaya (seperti) di Muara Baru kan lebih 10 hektare, itu semua tuh komplek rusunnya nelayan," jelasnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!