Unggul di Survei Charta Politika, Sidang Penistaan Agama Justru Untungkan Ahok
Nasional

Ini sejumlah faktor yang mempengaruhi elektabilitas Ahok-Djarot lebih unggul dari Anies-Sandi di survei Charta Politika.

WowKeren - Menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, sejumlah lembaga survei merilis hasil jajak pendapat elektabilitas para pasangan calon. Tidak terkecuali Charta Politika.

Namun, berbeda dari survei lembaga lain, pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat justru unggul dengan 47,3 persen. Sedangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 44,8 persen.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan ada beberapa faktor yang membuat elektabilitas Ahok-Djarot naik. Salah satu diantaranya adalah proses sidang kasus penistaan agama yang menjerat Ahok. Mengingat belakangan pengacara menghadirkan saksi yang meringankan.

"Berbeda dengan putaran pertama yang menghadirkan saksi pelapor. Ketika muncul pemberitaan otomatis ada informasi searah yang memberatkan Ahok," ujar Yunarto.


Selain itu, Yunarto juga menjelaskan jika debat di stasiun televisi juga menjadi salah satu faktor yang menguntungkan Ahok. Sejumlah responden tampaknya melihat Ahok lebih mumpuni dibanding Anies.

"Ahok-Djarot mulai naik belakangan ini setelah jatuh di bulan November dan Desember. Sebanyak 58 persen yang menonton debat itu mengatakan Ahok memang," imbuhnya. "Ahok-Djarot bukan mencuri suara Anies-Sandi, tapi mencuri Agus-Sylvi. Itu juga berkaitan dengan debat yang berhubungan dengan elektabilitas."

Faktor terakhir adalah dukungan dari partai Islam di putaran kedua ini. Sebut saja Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurutnya hal tersebut turut membuat anggapan Ahok telah menistakan agama berkurang.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!