Ruben Onsu pun memberikan tantangan berikut ini untuk sang oknum yang tega memaki adiknya, Jordi Onsu.
- Tim WowKeren
- Selasa, 08 Agustus 2017 - 13:37 WIB
WowKeren - Peristiwa tidak menyenangkan baru saja dialami oleh Jordi Onsu. Mobil Jordi mendadak ditabrak oleh salah satu oknum berseragam TNI. Alih-alih minta maaf, oknum tersebut malah menyampaikan kata-kata kasar kepada Jordi.
Sebagai kakak, Ruben Onsu pun mengaku tidak terima dengan perlakuan oknum tersebut. Ia pun mengunggah rasa kekecewaan sekaligus amarahnya lewat akun Instagram pada Selasa (8/8).
Mengunggah ulang video Jordi, Ruben mengaku tidak terima jika adiknya mendapat perlakuan kasar. Apalagi menurut pengakuan suami Sarwendah itu, orangtua mereka bahkan tidak pernah berbicara kasar.
"Bapak yg ada di video ini, saya tekankan jika adik saya salah tolong bicara baik2, apa iya bapak yg bisa di bilang mengayomi masyarakat? Tp jika saya mampu membuktikan dengan saksi yg ada, bagaimana???" tulis Ruben. "Orang tua saya aja yg membesarkan Kami, tidak pernah keluar kata kasar seperti itu."
Urusan Jordi pun diakui Ruben kini juga menjadi masalahnya. Ia juga berandai jika peristiwa itu terjadi pada anak sang oknum.
"Skrg adik saya udh gak ada orang tua, jd ini urusan dengan saya kk nya langsung, kalau posisi adik saya itu anak bapak, di bentak2 dengan kata2 seperti itu, apa yg bapak lakukan??" lanjut Ruben. "Hati2 menggunakan seragam pak, yg kami tahu kalian itu sahabat masyarakat, tp bisa di lihat dari video ini, Apa iya??"
Di akhir tulisannya, Ruben pun meminta agar oknum tersebut bersedia bertemu dengan dirinya. "Adik saya krn takut bapak marah lebih keras lagi jd adik saya hanya bisa yg seperti itu dan saya hanya masyarakat biasa yg gak sehebat bapak," tandas Ruben. "Tp lewat postingan ini saya mengajak bapak ketemu saya, mari kita buktikan, urusan dengan adik saya akan menjadi urusan saya THX."
Sejumlah netter pun ikut geram usai mendengarkan makian pria berseragam TNI tersebut. Banyak netter yang menyarankan agar bapak satu anak itu melapor kepada pihak berwajib. Sayang, hingga saat ini Ruben masih enggan membeberkan rencananya untuk melapor.
(wk/)