WowKeren.com Logo
WowKeren Slogan
WK COMMUNITY
Topik Keren
TAGS

Janji Akan Berangkatkan Jemaah Umrah, Proses Hukum Bos First Travel Tetap Lanjut

06 Dec 2017 10:08:35 WIB
Untuk dapat membiayai keberangkatan para korban ke Tanah Suci, bos First Travel masih harus menanti keputusan pengadilan.

WowKeren.com - Bos First Travel Andika Surachman berjanji akan memberangkatkan jemaah umrah yang gagal berangkat dengan menjual aset sitaan miliknya. Selain itu dihadapan para korban pada rapat kreditur Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT First Travel, Andika turut meminta maaf atas tertundanya keberangkatan jemaah umrah.

"Saya minta maaf sebesar-besarnya karena tertundanya Bapak-Ibu sekalian berangkat umrah sehingga saya mengeluarkan maaf yang sebesar-besarnya," kata Andika di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/12). "Sebagaimana hak Bapak Ibu dan saya akan bertanggung jawab memberangkatkan Bapak Ibu sebagaimana proposal perdamaian yang telah diajukan kuasa hukum saya."

Meskipun para korban telah menerima permohonan maaf dan berharap dapat diberangkatkan umrah, proses hukum kasus First Travel akan berlanjut. Pasalnya, para korban tidak akan mencabut laporan perkara tersebut.

"Iya (tidak mencabut), kan sedang berlangsung," ujar kuasa hukum Andika, Dewi Muchtar, dilansir detikcom, Rabu (6/12). "Sekarang sedang persiapan pelimpahan berkas (ke Kejaksaan)."

Niat Andika untuk memberangkatkan para korban dikarenakan ia tidak mau menanggung utang di akhirat kelak serta tak ingin keturunannya ikut bertanggungjawab atas perbuatannya. Kendati perkara akan tetap berlanjut, Andika kukuh akan memberangkatkan para korban ke Tanah Suci.

Untuk memberangkatan para korban, Andika rencananya akan menjual seluruh aset miliknya yang disita penyidik. Aset tersebut diantaranya 5 rumah, 8 perusahaan, 5 mobil, termasuk 13 rekening bank. Selain menjual aset, Andika juga akan meminta bantuan peminjaman dana kepada sahabat serta lembaga investor.

Namun, secara terpisah menurut Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, untuk menggunakan aset yang disita harus menunggu keputusan pengadilan. Pasalnya aset tersebut merupakan barang bukti atas kasus penggelapan dan penipuan First Travel. Nantinya aset tersebut akan digunakan sebagai alat pendukung pidana.

"Itu keputusan pengadilan, misal dilelang untuk apa. Kemudian dimasukan ke mana uangnya," jelas Martinus. "Aset itu kan untuk kepentingan hukum. Dalam hal ini, sebagai barang bukti. Jika sudah lengkap, barang bukti diserahkan ke kejaksaan sebagai alat bukti yang mendukung pidana tersebut."

Sementara itu mengenai hukuman jika Andika berniat akan memberangkatkan jemaah umrah, Martinus menyebutkan pidana tidak akan gugur. Melainkan hanya mendapatkan keringanan hukuman.

Selain Andika, adapun tersangka lain adalah sang istri Anniesa Hasibuan dan ipar Kiki Hasibuan. Ketiga tersangka diduga menipu dan menggelapkan uang dari 64.685 jemaah umrah yang terdaftar di perusahaannya, First Travel. Total kerugian materi atas kejadian itu mencapai Rp 924.995.500.000. (wk/kr)

loading...

Berita Kasus First Travel terkait :
Terungkap, Bos First Travel Habiskan Uang Jemaah Rp 127 M untuk Fashion Show
Lambat Cabut Izin First Travel, Menteri Agama Beber Alasan dan Beri Janji Ini
Koleksi Tas Mewah Bos First Travel Disita Polisi, Anniesa Hasibuan: Semua Barang Palsu
Bos First Travel Mendadak 'Amnesia', Calon Jemaah Diminta Tolak Opsi Pailit

BERITA : Seleb | Korea | Film | TV | Musik | Olahraga | Umum | WK on Twitter | WK on Facebook | Mobile Version
Tentang Kami | Kontak | Job Vacancy | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan    © 2017 Copyright MEDIA INFO. All Rights Reserved.