Klarifikasi Garuda Indonesia Pasca Pesawatnya Tergelincir di Bandara Adisutjipto
Nasional

Beruntung pesawat Garuda yang tergelincir pada Minggu (25/11) itu tak menimbulkan korban.

WowKeren - Dunia penerbangan Indonesia masih terus mendapatkan sorotan tajam. Beberapa waktu yang lalu, masyarakat berduka atas insiden nahas yang menimpa pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang.

Pada Minggu (25/11) kemarin, pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 210 dengan rute Cengkareng-Jogjakarta dikabarkan mengalami insiden tergelincir. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Petugas juga langsung melakukan evakuasi terhadap badan pesawat.


Kejadian ini sudah dibenarkan oleh Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Rio Hendarto Budi Santosa. Berdasarkan laporan yang diterima, Rio mengatakan bahwa landasan pacu yang basah menjadi penyebabnya. "Menurut laporan dari pilot sih runway-nya basah," ujar Rio dilansir Kompas pada Senin (26/11).

Sementara itu, Senior Manager Public Relations Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, justru membantah bahwa salah satu pesawatnya tergelincir. Ia mengatakan bahwa pesawat Garuda tersebut hanya mengalami over run atau melebihi garis batas runway sejauh 3 meter saja. "Kalau tergelincir itu kan bablas ke rumput atau tanah," ujar Ikhsan dilansir Tempo.

Ikhsan juga memberikan penjelasan bahwa pesawat dengan nomor registrasi PK-GFY itu tidak sampai keluar dari aspal runway. Ia juga menambahkan bahwa tergelincirnya pesawat itu diakibatkan karena kondisi pendaratan di tengah hujan sehingga landasan pacu basah dan licin.

Pesawat Garuda yang dikabarkan tergelincir di Bandara Adisutjipto Yogyakarta ini langsung dibawa ke apron untuk diperiksa oleh teknisi. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan kerusakan apapun pada pesawat. Pada hari itu juga, pesawat dengan aman meninggalkan Bandara Adisutjipto.

Diketahui, pesawat tersebut membawa total 153 penumpang terdiri atas 148 dewasa, 3 anak-anak, dan 2 bayi. Para penumpang yang sempat tertunda perjalannya juga sudah diberangkatkan dengan penerbangan berikutnya. Penerbangan pada hari itu juga tidak mengalami gangguan. "Operasional penerbangan berjalan normal, tidak ada penerbangan yang terdampak, dan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama.

You can share this post!

Related Posts