Kritikus musik menyebut skandal Seungri sangat berdampak negatif pada imej dan masa depan artis-artis YG Entertainment lainnya. Simak pendapat mereka berikut ini.
- Chusnul Chotimah
- Sabtu, 30 Maret 2019 - 15:11 WIB
WowKeren - YG Entertainment sedang menghadapi masalah. Imej agensi terbesar kedua di Korea Selatan telah hancur oleh skandal narkoba dan prostitusi yang melibatkan Seungri. Dampaknya kemungkinan akan melukai artis YG lain seperti Black Pink, Winner (II) dan iKON.
Akibat skandal Seungri, YG mengalami kerugian hingga 220 miliar Won (sekitar Rp 2,5 triliun). Drama ini juga menyeret Yang Hyun Suk, pendiri agensi sekaligus pemegang saham terbesar. Ia diselidiki Layanan Pajak Nasional Korea Selatan atas dugaan penghindaran pajak. Kebijakannya untuk tidak mencampuri urusan pribadi, seperti bisnis, artis-artisnya juga menuai kecaman.
Skandal berawal dari kasus penganiayaan di Burning Sun, kelab malam yang disebut-sebut milik Seungri. YG Entertainment juga dituduh terlibat dalam skandal pengedaran narkoba dan prostitusi di kelab malam ini. Namun staf tutup mulut dan eksekutif senior memilih berkomentar dengan hati-hati.
Jumat lalu, kepala eksekutif YG Yang Min Suk berbicara untuk pertama kalinya sejak skandal pecah. Adik Yang Hyun Suk itu mengatakan bahwa ia menangani kasus ini "dengan sangat serius" dan berjanji untuk bekerja sama dengan penyelidikan. Namun ia menolak mengomentari tuduhan terhadap YG dan kakaknya.
The Korea Times bertanya pada beberapa orang dalam YG tentang situasi internal, tapi tidak ada yang mau berbicara. "Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, bahkan jika aku tahu, aku tidak bisa mengungkapkan apa pun," kata seorang pejabat YG.
Orang dalam industri juga tidak yakin tentang situasi di dalam YG. "Apa yang terjadi di sana di luar jangkauanku," kata seorang kritikus musik. Ia mengatakan orang dalam industri seperti dirinya "sangat prihatin tentang apa yang terjadi" di agensi, karena skandal itu dapat berdampak negatif pada seluruh industri K-Pop.
Kritikus lain mengatakan kerusakan pada YG sangat "dalam dan luas" serta akan membutuhkan "waktu yang lama dan banyak upaya" bagi agensi untuk mengembalikan imej yang ternoda. "Ini bukan hanya masalah perusahaan," kata kritikus. "Dampak negatifnya dapat memengaruhi artis YG yang tidak bersalah lainnya dan benar-benar merusak masa depan agensi. Setidaknya untuk saat ini, rencana comeback artis YG lainnya, termasuk Big Bang, tetap suram."
Seungri sendiri mengumumkan kepergiannya dari Big Bang dan pensiun dari industri hiburan pada 11 Maret untuk bertanggung jawab atas skandal itu. Hari berikutnya YG secara mengakhiri kontraknya dengan Seungri, hukuman terberat yang dapat dijatuhkannya.
Namun aksi Seungri terlanjur membuat banyak pecinta K-Pop, termasuk penggemar Big Bang kecewa. Mereka merasa dikhianati oleh penyanyi kelahiran 1990 itu.
"Aku sangat kecewa padanya dan siapa pun yang terlibat," komentar salah satu penggemar. "Aku tidak lagi memiliki kepercayaan atau cinta untuk Seungri dan dia layak mendapatkan hukuman yang akan diberikan padanya," tambah penggemar lain.
"Sebagai penggemar selama 10 tahun, aku merasa malu untuk mengatakan bahwa aku pernah mengidolakannya," kata penggemar. "Aku tahu sesuatu seperti ini akan terjadi suatu hari. Sebenarnya sangat mengejutkan bahwa YG masih berbisnis di sini," sahut yang lain.
Banyak juga penggemar yang mengancam akan memboikot artis-artis YG lainnya. Sementara beberapa mengaku sudah membuang atau membakar album dan produk yang dirilis YG.
(wk/chus)