Sering Gunakan VPN Saat Medsos Down? Awas, 7 Bahaya Ini Siap Mengintai Kalian!
Tekno

Sejak pemerintah membatasi penggunaan media sosial, ada banyak orang yang mulai menggunakan VPN agar bisa mengakses medsos dengan lancar. Tapi tahukah kalian jika VPN menyimpan sejumlah resiko berbahaya? Simak informasinya berikut ini.

WowKeren - Pemerintah Indonesia menerapkan pembatasan penggunaan media sosial sejak Rabu (22/5) lalu hingga Sabtu (25/5) besok. Hal ini dilakukan sehubungan dengan banyaknya ujaran kebencian dan hoaks yang berkaitan dengan aksi 22 Mei.

Alhasil, para pengguna media sosial kesulitan untuk mengakses berbagai aplikasi, seperti Instagram dan WhatsApp. Karena itu, ada banyak orang yang mulai menggunakan VPN (Virtual Private Network) karena mudah digunakan dan juga gratis.


VPN sendiri dapat diartikan sebagai koneksi antar jaringan yang bersifat pribadi tanpa pengawasan dari pemerintah. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses media sosial dengan normal seperti semula.

Namun rupanya ada banyak bahaya yang mengintai di balik penggunaan aplikasi ini, terutama yang bersifat gratis. Berikut resiko besar yang bisa kalian dapatkan ketika menggunakan VPN:

1. Data Pengguna Bisa Dicuri Saat Menggunakan VPN


Data Pengguna Bisa Dicuri Saat Menggunakan VPN

Salah satu resiko yang bisa didapatkan oleh pengguna media sosial saat menggunakan VPN adalah rawannya pencurian data. Terutama jika layanan VPN yang digunakan tidak terpercaya. Hal ini disebabkan karena ketika ponsel terhubung dengan server penyedia VPN, pemilik server dapat melihat keseluruhan isi data pada ponsel yang terhubung.

Pemilik server bisa mencuri beberapa data penting milik pengguna. Seperti mengekstrak riwayat komunikasi, mencuri data username (nama pengguna) dan password (kata sandi), data-data finansial dan beragam informasi penting lainnya.

2. Menggunakan VPN Bisa Membuat Ponsel Disusupi Malware


Menggunakan VPN Bisa Membuat Ponsel Disusupi Malware

Kerugian berikutnya saat menggunakan aplikasi ini adalah ponsel kalian akan mudah disusupi oleh malware. Perangkat lunak berbahaya ini sendiri diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem komputer, server maupun jejaring yang tidak memiliki izin. Malware dapat menginfeksi banyak perangkat dengan masuk melalui email, download internet maupun program lainnya yang terinfeksi.

Karena itu, malware dapat menyebabkan kerusakan pada sistem. Malware sendiri mencakup virus, worm, trojan horse, sebagian besar rootkit, spyware, adware yang tidak baik serta software-software berbahaya yang tidak diinginkan oleh pengguna. Dan jika sudah begini, keamanan perangkat akan terancam.

3. Kebocoran Data dalam Penggunaan VPN


Kebocoran Data dalam Penggunaan VPN

Fungsi baik dari VPN seharusnya dapat mengamankan dan melakukan enkripsi pada trafik antara perangkat dengan server VPN. Namun saat ini ada banyak layanan VPN yang gratis namun berbahaya dengan sejumlah resiko buruk yang dibawanya.

Karena jika kita menggunakan VPN tersebut, kemungkinan bocornya data akan terjadi. Kebocoran data ini berasal dari IP adress dan DNS, masalah yang sering terjadi di VPN gratis. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh CSIRO menemukan bahwa 84 persen VPN gratis dapat membuka IPv6 pengguna yang nyata dan unik secara global. Tidak hanya itu, sebanyak 60 persen VPN gratis juga dapat membocorkan permintaan DNS, yang bisa membuat riwayat serta lokasi browser pengguna terbuka. Saat itulah kebocoran data terjadi.

4. Internet Jadi Lemot Saat Menggunakan VPN


Internet Jadi Lemot Saat Menggunakan VPN

Dampak buruk penggunaan VPN selanjutnya adalah dapat menyebabkan internet kalian lebih lambat dari biasanya. Hal ini disebabkan karena penyedia VPN memang telah mengatur kecepatan penggunanya yang tidak membayar alias gratis.

Karena itulah, kecepatan internet kalian akan menurun. Namun jika kalian terlanjur menggunakan VPN dan kecepatan internet jadi sangat lambat, maka ada baiknya menggunakan cara ini untuk meningkatkan kecepatan internet.

5. Penggunaan VPN Bisa Batasi Kuota Internet


Penggunaan VPN Bisa Batasi Kuota Internet

Kekurangan lainnya dari penggunaan aplikasi VPN gratis adalah pembatasan jumlah kuota saat terhubung dengan internet. Hal ini telah diatur sedemikian rupa oleh penyedia, sehingga pengguna mau tidak mau harus menerima dampaknya. Dengan pembatasan ini, pengguna hanya dapat mengakses internet melalui VPN dengan kuota tertentu, misalnya 2GB. Karena itu, jika kalian ingin mengakses internet melalui VPN, pertimbangkan juga isi dompet kalian ya, meski penyedia layanan juga menawarkan harga yang beragam.

6. Kebanjiran Iklan Bahaya dan Mengganggu Saat Menggunakan VPN


Kebanjiran Iklan Bahaya dan Mengganggu Saat Menggunakan VPN

Penggunaan VPN gratis juga memiliki dampak yang cukup menyebalkan bagi penggunanya. Sebab penggunaan aplikasi ini rentan membuat ponsel pengguna dibanjiri dengan iklan. Kehadiran iklan yang tak diinginkan ini tentu saja kerap membuat pengguna bingung sekaligus terganggu.

Tidak berhenti di situ, karena kemunculan iklan-iklan ini juga memiliki beberapa dampak negatif lainnya. Sebab iklan-iklan tersebut dapat memancing pengguna atau pemilik ponsel untuk masuk ke situs yang berbahaya.

7. Resiko Paling Berbahaya Penggunaan VPN adalah Penipuan


Resiko Paling Berbahaya Penggunaan VPN adalah Penipuan

Penipuan menjadi resiko paling berbahaya akibat dari menggunakan VPN. Penipuan karena VPN dapat dilakukan setelah data-data pengguna mengalami kebocoran hingga pencurian. Jika sudah begini, segala bentuk penipuan, utamanya secara finansial, akan mengintai kalian. Karena itu, jika tidak ingin mengalami serangkaian kejadian buruk karena VPN, tetap gunakan internet secara normal ya. Dan jika pemerintah masih membatasi penggunaan internet, ada baiknya tetap menunggu sampai normal kembali daripada harus mengalami sejumlah kerugian karena aplikasi ini.

You can share this post!

Related Posts
Loading...