Ditangkap Usai Sebarkan 'Brimob Asal Tiongkok', Tersangka Hoaks Lagi-Lagi Cuma Bisa Minta Maaf
Nasional

Tersangka berinisial SDA ditangkap di kediamannya usai menyebarkan hoaks 'Brimob Asal Tiongkok' berupa foto selfie seseorang bersama tiga personel bermasker yang tampak bermata sipit.

WowKeren - Beberapa waktu lalu beredar kabar adanya anggota Brimob asing turut mengamankan Aksi 22 Mei. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri lantas menangkap penyebar hoaks "Brimob asal Tiongkok" tersebut pada Kamis (23/5).

Diketahui, pelaku berinisial SDA tersebut diamankan di kediamannya di Bekasi sekitar pukul 16.30 WIB. Ia diduga secara sengaja menyebarkan informasi hoaks tersebut.


"Kami menangkap tersangka SDA, warga Bekasi, Jawa Barat, berprofesi wiraswasta," tutur Kasubdit II Dirtippidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul, dalam konferensi pers di Mabes Polri pada Jumat (24/5). "Yang sengaja menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian dan permusuhan individu, kelompok, berdasarkan SARA."

Berdasarkan hasil analisa sementara, tersangka menyebarkan hoaks tersebut melalui grup-grup WhatsApp (WA). Menurut Rickynaldo, SDA setidaknya menyebarkan hoaks tersebut di 3-4 grup WA.

Bahan hoaks yang digunakan merupakan sebuah foto selfie seseorang bersama tiga anggota Brimob bermasker. Dalam foto tersebut, mata para anggota Brimob tampak sipit, kemudian dimunculkan narasi bahwa mereka berasal dari Tiongkok.

"Selfie itu yang diunggah dengan mengatakan bahwa tiga orang ini adalah polisi-polisi dari negara lain," ungkap Rickynaldo. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya belum menemukan bukti apabila SDA dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

"Yang bersangkutan ini, tujuan menyebarkan informasi ini untuk kepentingan dirinya sendiri," ujar Rickynaldo. "Belum ada informasi lanjutan yang kami peroleh bahwa yang bersangkutan ini dibayar atau dimanfaatkan oleh kelompok tertentu."

SDA sendiri telah mengakui perbuatannya menyebarkan hoaks tersebut kepada petugas. Meski demikian, SDA mengaku dirinya tidak membuat konten tersebut. Ia lantas meminta maaf kepada publik.

"Pada kesempatan ini saya memohon maaf pada semua pihak, terutama kepolisian," tutur SDA. "Karena saya ternyata tidak cermat di dalam memanfaatkan media sosial yang ada."

Ini bukan pertama kalinya tersangka kasus hoaks meminta maaf usai ditangkap oleh polisi. Sebelumnya, pengunggah video hoaks yang menyebut rekapitulasi PPK di di Kecamatan Plumbon, Cirebon, berlangsung tertutup juga meminta maaf usai ditangkap polisi.

Di sisi lain, polisi juga menghadirkan tiga anggota Brimob yang diisukan berasal dari Tiongkok dalam konferensi pers tersebut. “Saya asli Brimob Indonesia bertugas di Polda Sumut, di Kota Tebingtinggi Detasemen B. Berita yang disebarkan selama ini murni hoaks. Kami murni Brimob Indonesia dan berdarah Indonesia,” ujar salah seorang personel.

You can share this post!

Related Posts
Loading...