Heboh Mahasiswa Diduga Jadi Korban Salah Tangkap Karena Mirip dengan Pria Pengancam Jokowi
Instagram
Nasional

Sebelumnya, pria yang mengancam akan membunuh Jokowi dan Wiranto dalam sebuah video viral dilaporkan oleh relawan 01 ke polisi. Namun polisi justru diduga melakukan salah tangkap.

WowKeren - Pria pengancam Presiden Joko Widodo dan Menko Polhukam Wiranto dilaporkan ke polisi oleh relawan Jokowi yang bernama Suhadi. Ancaman tersebut termuat dalam video yang luas beredar di grup WhatsApp.

Polisi pun lantas segera mencari terduga pelaku. Tak lama, dikabarkan bahwa polisi telah mengetahui identitas pengancam Jokowi dan Wiranto tersebut.


Namun ternyata, ada dugaan bahwa pria yang ditangkap polisi itu berbeda dari pria yang tampak dalam video. Polisi disebut melakukan salah tangkap. Marchell Koibur dengan akun Twitter @Achelooo mengaku sebagai teman korban salah tangkap tersebut dan membagikan klarifikasinya.

Marchell Koibur

Twitter

Ia menyebut bahwa temannya yang ditangkap bernama Teuku Yazhid, seorang mahasiswa jurusan Teknik di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Meski memiliki wajah yang mirip dengan pria bersorban pengancam Jokowi dalam video viral, Yazhid bukanlah orang tersebut. Marchell pun membagikan foto hasil tangkapan layar video viral tersebut dengan foto Yazhid.

"Ini memang benar Teuku Yazhid sahabat saya, tapi ini dia ditangkap salah hanya karena MIRIP baik nama dan raut muka (padahal jauh lebih muda Yazhid)," tulis Marchell. "Terlihat jelas bahwa Yazhid tidak bisa dipaksa berbicara keras dan kasar."

Dalam unggahannya, dibagikan pula video Yazhid yang diminta untuk berteriak mengikuti kata-kata dalam video viral tersebut. Yazhid tampak tidak bisa mengeluarkan teriakan. Marchell juga membagikan video viral pengancam Jokowi tersebut untuk membandingkannya dengan suara Yazhid.

Yazhid disebut tidak tergabung dalam organisasi massa (ormas) manapun. Ia juga disebut Marchell sebagai pendukung Jokowi. Yazhid sendiri lantas membuat video klarifikasi terkait salah tangkapnya.

"Terkait berita-berita dan isu yang telah viral di media sosial mengenai adanya dugaan pengancaman kepada Presiden republik Indonesia dan Menteri Polhukam oleh seseorang yang selama ini beredar di media sosial bukanlah diri saya," tutur Yazhid dalam video tersebut. "Adapun mengenai foto maupun video yang tersebar dari media sosial baik dari Instagram, Twitter, dan lain-lain bukanlah video interogasi tekanan di kepolisian, melainkan potongan video klarifikasi untuk kebutuhan forensik wajah dan forensik suara."

Tak hanya itu, Yazhid juga meminta sejumlah akun media sosial yang sudah menyebarkan kabar dirinya sebagai pengancam Jokowi untuk meminta maaf. Apabila tak meminta maaf, Yazhid tak segan untuk menempuh jalur hukum.

You can share this post!

Related Posts
Loading...