Menurut Ketua Panitia Pelaksana Kongres V PDIP sekaligus Gubernur Bali, I Wayan Koster, keputusan itu diambil mengikuti komitmen yang sebelumnya telah disepakati.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 10 Agustus 2019 - 11:49 WIB
WowKeren - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengambil tindakan tegas bagi para kader yang menghadiri Kongres V di Sanur, Bali. PDIP pun lantas menjatuhkan sanksi pada 60 kader yang tidak disiplin, di antaranya bahkan dicopot dari jabatan struktural partai.
Keputusan untuk menjatuhkan sanksi dengan berbagai alasan indisipliner tersebut diambil pada hari kedua Kongres, yakni pada Jumat (9/8). Menurut Ketua Panitia Pelaksana Kongres V PDIP sekaligus Gubernur Bali, I Wayan Koster, keputusan itu diambil mengikuti komitmen yang sebelumnya telah disepakati.
"Iya betul ada sekitar 60 orang yang tidak disiplin ikuti jadwal acara Kongres," tutur Koster usai sidang paripurna Kongres pada Jumat (9/8). "Baik sidang komisi maupun sidang paripurna."
Para pelanggar tersebut ketahuan kala tenaga perbantuan pengamanan adat pecalang mendapati 60 kader menggunakan tanda pengenal yang berbeda. "Ketahuan tanda yang dipakai dengan wajah orangnya beda, maka langsung dicabut oleh pecalang, ada sekitar 60," ungkap Koster.
3 di antara 60 pelanggar tersebut pun mendapat sanksi berat karena ketahuan menggunakan nama orang lain. Menurut Koster, ketiga kader tersebut merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Bendahara DPC.
Ketiga kader tersebut pun langsung dicopot dari jabatannya di DPC. Namun, Koster memastikan mereka masih tetap menjadi kader PDIP.
"Langsung dibebastugaskan. Ada bendahara DPC. Ada dari Kalimantan, Jambi, saya lupa lagi. Ada tiga kader," ujar Koster. "Tetapi kader tidak dipecat hanya dibebaskan dari tugas sebagai ketua DPD dan bendahara DPC."
Selain itu, Koster juga menyinggung soal arahan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang meminta para kader tertib mengikuti Kongres. Sehingga sanksi ini adalah demi menegakkan disiplin partai.
"Supaya menjadi kader yang disiplin dan tertib dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian," pungkas Koster. "Ini kan Kongres. Datang ke Bali mengikuti arahan Ibu Ketua Umum, datang ke acara Kongres, bukan acara santai-santai. Jadi harus tertib, dan itu sudah disampaikan pada saat acara Malam Budaya tanggal 7 (Agustus) yang lalu."
(wk/Bert)