Anak Aiptu P dan F mengungkapkan motif yang mendasari sang ayah untuk membunuh istrinya dan mengakhiri hidupnya. Disebutkan jika masalah dan cekcok rumah tangga yang menyebabkan peristiwa ini terjadi.
- Wahyu
- Senin, 07 Oktober 2019 - 09:24 WIB
WowKeren - Baru-baru ini warga Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara dihebohkan dengan penemuan mayat pasangan suami istri yang bersimbah darah dengan luka tembak di kepala.
Diketahui jika salah satu dari korban adalah anggota satuan kepolisian bernama Aiptu P. Mirisnya, Aiptu P lah yang diduga menjadi dalang di balik peristiwa berdarah tersebut.
Polisi pun menduga jika Aiptu P lebih dulu menembak istrinya F sebelum akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah pasangan suami istri itu dibawa ke rumah sakit Sultan Sulaiman Seirampah untuk diotopsi pada Minggu (6/10) dini hari.
Untuk luka yang ada di tubuh kedua korban, pihak polisi masih menunggu hasil visum. "Kalau untuk luka kita masih tunggu hasil visum ya," kata AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu. "Tapi dari kasat mata ada 3 lubang di kepala. Artinya memang ada 3 kali letusan."
Namun, Juliarman tidak menyebutkan secara rinci siapa yang terkena dua lubang dan satu lubang di kepala. Namun menurut informasi yang didapat, sang istri terkena peluru senjata api dan mendapatkan dua lubang di kepala sementara Aiptu P terdapat satu lubang di kepala.
Lebih lanjut, Juliarman menjelaskan dugaan motif kejadian sadis tersebut. Meneruskan ucapan anak Aiptu, disebutkan jika pasangan suami istri tersebut tengah memiliki masalah. Kami dapat keterangan dari anaknya, bahwa yang bersangkutan dan istrinya sedang ada masalah, jadi tidak berkomunikasi," ujarnya.
Peristiwa sadis ini pun membuat Juliarman turut prihatin. Pasalnya, Aiptu P dikenal sebagai sosok yang baik. "Kerjaannya tidak ada masalah. Dia orangnya baik. Tidak ada melakukan pelanggaran," paparnya.
Hal senada juga diucapkan oleh Kasat Resnarkoba Polres Serdang Bedagai, AKP Martualesi. "Orangnya bagus dia ini, hari Kamis lalu dia masih ikut dalam penggerebekan kampung narkoba di Kampung Nagur. Jabatannya Katim I," ujar Martualesi, Minggu (6/10).
Sebelumnya diberitakan jika peristiwa ini terjadi pada Sabtu (5/10) malam. "Peristiwanya sekitar pukul 23.00 WIB. Masih kita lakukan sesuai proses yang berlaku. Masih dalam penyelidikan apa yang menjadi penyebab atau motif pelaku," pungkas Juliarman.
(wk/wahy)