Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara juga mengungkap bahwa pihaknya memang menargetkan ada 5 perusahaan unicorn dari Indonesia pada 2019.
- Bertilia Puteri
- Senin, 07 Oktober 2019 - 11:20 WIB
WowKeren - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengungkapkan bahwa daftar perusahaan start-up unicorn di Indonesia kini bertambah. Start-up yang dimaksud Rudiantara adalah penyedia layanan pembayaran elektronik besutan Lippo Group, OVO.
"Kita patut bersyukur. Selamat datang pada OVO sebagai unicorn terbaru di Indonesia yang incorporated atau didirikan di Indonesia," tutur Rudiantara di sela gelaran Siberkreasi di Jakarta, dilansir Antara pada Senin (7/10). "Saya sudah bicara dengan founder-nya, dan memang iya (sudah jadi unicorn). Makanya saya berani bicara setelah saya konfirmasi."
Menurut taksiran firma analis perusahaan CB Insight, OVO sendiri memiliki valuasi sebesar USD 2,9 miliar atau setara Rp 41 triliun. CB Insight mengungkap bahwa angka tersebut sudah dicapai OVO sejak 14 Maret 2018 lalu.
Dengan demikian, OVO kini menjadi perusahaan start-up dari Indonesia ke-5 yang mendapat gelar "unicorn". Gelar ini diberikan kepada perusahaan yang memiliki valuasi di atas USD 1 miliar.
Sementara itu, 4 perusahaan start-up Indonesia yang sebelumnya sudah menjadi unicorn adalah Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka. Go-Jek sendiri kini telah memegang valuasi tertinggi dengan nilai di atas USD 10 miliar dan menjadi perusahaan "decacorn".
Menurut Rudiantara, Kemenkominfo memang menargetkan ada 5 unicorn dari Indonesia pada 2019. Rudiantara lantas mengungkap bahwa ada start-up lain yang kemungkinan bisa menjadi unicorn sebelum akhir tahun 2019. Ia mengisyaratkan bahwa perusahaan start-up yang ia maksud bergerak di sektor pendidikan.
"Secara logika, 20 persen APBN pemerintah untuk pendidikan, 5 persen untuk kesehatan," tutur Rudiantara. "Jadi, masa sih tidak ada unicorn dari sektor itu?"
Di sisi lain, OVO masuk dalam daftar 5 besar layanan dompet digital di Indonesia. Berdasarkan jumlah pengguna, urutan 5 besar dompet aplikasi digital di Indonesia adalah Go-Pay, OVO, Dana, LinkAja, dan Jenius.
(wk/Bert)