Bamsoet Bantah Anggapan Mobil Listrik Cuma Buat Orang Kaya, Simak Alasannya
Nasional

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo baru-baru ini membantah anggapan jika mobil listrik hanya untuk orang kaya. Simak alasannya tersebut.

WowKeren - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo baru-baru ini membantah anggapan jika mobil listrik hanya diperuntukkan bagi orang kaya. Anggapan ini sering dilontarkan karena harga mobil listrik yang memang masih tinggi selangit.

Mobil listrik saat ini mulai tenar digunakan di sejumlah negara maju lainnya sebagai upaya dalam menjaga alam karena energi yang digunakan sangat ramah lingkungan. Pemerintah Indonesia sedang gencar untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menggunakan kendaraan ramah lingkungan dengan tenaga listrik demi mengurangi polusi udara di kota-kota besar.

Harga mobil listrik yang masih terbilang sangat mahal tentunya menjadi pertimbangan tersendiri bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Namun Bamsoet sapaan akrab dari Ketua MPR ini menepis anggapan yang menyebutkan jika harga mobil listrik yang mahal hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya.

Bamsoet sendiri telah memiliki dua mobil listrik berjenis Battery Electric Vehicle (BEV). Mobil listrik yang dimilikinya merupakan keluaran Tesla Model X dan Tesla Model S yang masing-masing harganya di atas Rp1 miliar.

Harga mobil listrik yang begitu tinggi ini dikarenakan karena faktor teknologi dan baterainya yang tidak murah. Walau begitu, Bamsoet justru memberikan alasan ini yang menyebutkan jika mobil listrik justru menyasar golongan menengah ke bawah masyarakat.


Bamsoet menjelaskan jika penggunaan mobil listrik akan membuat masyarakat melakukan penghematan dalam membeli BBM. Sebagai contoh jika selama ini masyarakat menghabiskan Rp500 ribu per hari, maka dengan memakai mobil listrik pengeluaran setiap minggu hanyalah mencapai Rp200 ribu.

Apalagi penggunaan mobil listrik akan membebaskan masyarakat dari beban servis bulanan yang biasa dilakukan jika memiliki mobil biasa. Hal ini karena mobil listrik sudah tidak memerlukan ganti oli, tune up, dan sejumlah perawatan lainnya.

"Justru itu ke depannya untuk golongan menengah ke bawah. Ini bisa melakukan penghematan terhadap pembelian BBM," kata Bamsoet di Jakarta Selatan, (5/10). "Yang harusnya tiap hari keluar Rp 500 ribu, itu pakai mobil listrik tiap minggu paling Rp 200 ribu, jadi lebih hemat. Tidak ada lagi servis bulanan, atau dua bulanan ganti oli, tune up, tidak ada lagi perawatan."

Bamsoet berharap jika ke depannya, mobil listrik dapat segera dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat. Selain itu, Bamsoet juga mengatakan jika pemerintah pastinya akan terus melakukan berbagai upaya untuk menarik masyarakat dalam menggunakan mobil listrik salah satunya dengan memberikan sejumlah insentif.

"Sebenarnya ini yang penting negara harus memberikan insentif kepada produk ini supaya tidak kena pajak seperti mobil berbahan bakar biasa," kata Bamsoet. "Insentif misalnya parkir gratis, kenapa? Karena manfaat jauh lebih besar pada masyarakat kita. Pertama bebas polusi lalu kemudian menghindari pemborosan penggunaan (bahan bakar) fosil."

Karena alasan tersebut, Bamsoet menegaskan jika produk mobil listrik justru menyasar ke kalangan menengah bawah. "Jadi itu keliru dituding hanya untuk cocok pada orang kaya. Justru cocok yang untuk orang kaya yang masih menggunakan mobil berbahan bakar bensin, berarti uangnya banyak buat beli bensin," jelas Bamsoet.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait