Slip Gaji Bupati Banjarnegara Viral di Medsos, Ini Kata Ganjar Pranowo
Nasional

Postingan slip gaji Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mendadak jadi viral di media sosial. Terkait hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan untuk bersabar dalam menerima gaji tersebut.

WowKeren - Beberapa hari yang lalu postingan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menjadi viral di media sosial Instagram. Pasalnya, unggahan yang diposting di akun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara @kabupatenbanjarnegara itu menampilkan slip gaji miliknya sebagai Bupati.

Tak hanya itu, Budhi juga berbagi cerita jika anaknya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) memiliki uang saku lebih besar dibandingkan gajinya sebagai Bupati Banjarnegara. "Kaget 'Pah berarti sama uang saku saya waktu kemarin ke Bali lebih banyak uang saku saya', Itu kemudian difoto." kata Budhi dilansir Kompas, Kamis (3/10) lalu.

Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para Bupati untuk bersabar dengan gaji mereka. Ia mengatakan jika nominal gaji Bupati bukanlah sebuah rahasia dan jika mempermasalahkan soal gaji maka sejak awal tidak perlu berebut jadi Kepala Daerah.

"Tidak ada yang tidak tahu gaji kepala daerah ya cuma segitu, maka jangan rebutan," ujar Ganjar, Minggu (6/10). "Kalau tidak mau gaji segitu ya jangan jadi kepala daerah."

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan jika pembahasan soal gaji kepala daerah sebenarnya sudah dibahas. Peraturan Pemerintah sudah disiapkan dan akan diterbitkan setelah pelantikan Presiden terpilih.


"Sebenarnya Pak Bupati sudah tahu, kan saat rapat di Istana Bogor, beliau juga hadir. Kalau memang tidak tahu, boleh bertanya pada saya, pada Kemendagri atau Presiden langsung," terangnya.

Politisi PDIP itu tidak mempermasalahkan postingan soal gaji Bupati Banjarnegara tersebut. Namun Ganjar punya satu pesan untuk Budhi. "Saya sampaikan saja, sabar," katanya.

Ganjar sendiri pernah membicarakan soal gaji ideal para Kepala Daerah bersama para Bupati dan Wali Kota di Jawa Tengah. Dari obrolan tersebut muncul usulan angka Rp 100 juta. "Saat ada kasus OTT Kudus, saya tanya apa problemnya. Mereka menjawab bahwa pendapatan kurang. Terus saya tanya kalau kurang berapa? Mereka mengusulkan 100 (juta)," ungkapnya.

Namun, ia menegaskan bahwa itu hanya sekedar obrolan belaka dan bukan berdasarkan riset perhitungan. "Ini hasil obrolan ya bukan riset," ujar Ganjar.Namun menurut saya, angka 100 (juta) itu make sense.

"Sudah saya komunikasikan dengan Presiden, Wamenkeu dan Kemendagri. Sudah saya ajak ngomong cukup lama dan ini memang butuh proses panjang. Sekali lagi sabar," lanjutnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts