Pasiops Sektor 13 Kapten Inf Bayu Danu menuturkan bahwa setelah mengecek ke lapangan, tidak ditemukan korban jiwa akibat insiden yang disebabkan karena ledakan dinamit tersebut.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 09 Oktober 2019 - 12:11 WIB
WowKeren - Sejumlah rumah warga yang ada di Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), rusak karena tertimpa sejumlah bongkahan batu besar. Batu-batu tersebut diduga kuat jatuh dari Gunung Miun akibat aktivitas pertambangan.
Hujan batu ini terjadi diduga kuat dampak ledakan dinamit atau blasting yang dilakukan oleh PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS). PT MSS adalah perusahaan tambang batu yang ada di lokasi sekitar.
Pasiops Sektor 13 Kapten Inf Bayu Danu menuturkan bahwa pihaknya sudah memprediksi jika akan terjadi hujan batu mengingat adanya aktivitas pertambangan yang menggunakan bahan peledak. "Kita TNI tau lah kalo main dinamit pecahkan batu pasti akan terjadi seperti itu," katanya dilansir dari Detik, Selasa (8/10).
Fenomena tersebut, dituturkannya, bukan pertama kali ini terjadi. Namun, fenomena hujan batu masih dalam level aman. Setelah melakukan pengecekan di lapangan, Bayu menilai tidak ada korban jiwa dari insiden tersebut.
"Saat kejadian para pemilik rumah sedang bekerja dan untungnya di wilayah tersebut ada alarm atau sirene," tutur Bayu. "Sehingga saat tanda bahaya berbunyi warga pergi menghindar meninggalkan rumahnya masing-masing untuk menyelamatkan diri."
Kepala Desa Sukamulya Dedy Supriyadi juga membenarkan jika hujan batu diakibatkan oleh aktivitas pertambangan. "Ada peledakan dari PT MSS perusahaan tambang batu. Harusnya tiga kali peledakan. Dua kali peledakan ada kejadian batu menggelinding karena getaran dari peledakan itu," ujar Dedy.
Dedy mengatakan bahwa insiden tersebut mengakibatkan tujuh bangunan rumah warga dan satu bangunan sekolah rusak. Ukuran batu yang jatuh, dikatakannya mencapai ukuran satu rumah warga. "Yang parah tiga rumah dan satu sekolah tertimpa batu segede rumah. Alhamdulillah korban tidak ada," pungkasnya.
Selain merusak rumah warga, beberapa titik jalan kampung rusak dan sejumlah pohon juga tumbang karena ikut tertimpa batu. Salah satu warga, Neneng, menuturkan bahwa insiden tersebut membuat sebagian dinding rumahnya rata dengan tanah. "Kami lagi di belakang ngumpul. Kami kaget dan langsung teriak waktu melihat rumah sudah hancur," kata Neneng dilansir dari iNews, Rabu (9/10)
(wk/zodi)