Mendikbud Sebut Guru Pekerjaan Profesional: Gaji Dikit Nikmati Saja Nanti Masuk Surga
Twitter/muhadjir_ef
Nasional

Saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Guru Internasional 2019, Muhadjir Effendy menyoroti upah guru yang masih rendah terutama honorer yang hanya bergaji Rp 150 ribu.

WowKeren - Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy tengah memasuki masa akhir jabatannya. Saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Guru Internasional 2019 di Graha Utama Kemendikbud, ia menceritakan guru sebagai pekerjaan profesional.

"Saya tidak pidato, saya malah ingin dengar dari Bapak Ibu suaranya," kata Muhadjir di Jakarta Selatan, Kamis (10/10). "Karena kan saya tinggal menghitung hari ini, final countdown."


Baginya, guru adalah pekerjaan yang menuntut keahlian tertentu yang mana keahlian ini tidak bisa didapatkan dalam waktu singkat. Pekerjaan profesional seperti guru, dikatakannya memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi sebab akan memberikan dampak langsung ke masyarakat.

"Termasuk guru," lanjutnya. "Guru itu, apa yang dilakukan guru itu tidak bisa dampaknya sifatnya pribadi. Tapi sifatnya publik."

Ia mencontohkan ketika seorang guru memberikan didikan yang salah kepada seorang murid. Nantinya, bukan hanya murid itu saja yang akan menerima dampaknya namun juga orang-orang yang ada di sekitarnya. Begitu pula sebaliknya.

"Misalnya guru mengajari anak salah, maka yang menderita nanti bukan anak yang salah itu, tetapi semua orang yang berelasi dengan anak itu, termasuk keturunannya yang akan datang," jelas Muhadjir. "Dan dampaknya sebagian besar tidak bisa diukur, unintended. Tapi kalau positif juga tinggi."

Menurutnya, guru adalah orang yang paling beruntung. Muhadjir kemudian menyinggung soal amal jariyah, ketika seorang guru berhasil mengajarkan ilmu yang bermanfaat ke muridnya maka ilmu tersebut akan disebarluaskan.

"Karena dia mengajarkan moral dan pengetahuan ke siswanya," lanjut Muhadjir. "Dan siswanya ini akan mengajarkan ke anaknya. Maka guru itu akan mendapatkan kiriman pahala."

Lebih jauh, ia menyoroti gaji guru yang relatif rendah, terutama guru honorer yang bergaji Rp 150 ribu. Ia mengimbau agar mereka tak perlu berkecil hati.

"Saya agak yakin, bahwa orang yang pertama masuk surga itu adalah guru," lanjut Muhadjir. "Kalau sekarang gajinya sedikit, apalagi guru honorer (gajinya) Rp 150 ribu, nikmati saja, nanti masuk surga."

You can share this post!

Related Posts
Loading...