Bupati Karanganyar Beli Mobdin Rp2 M, Gubernur Jateng Diminta Turun Tangan
Nasional

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, sukses menarik perhatian khalayak karena diberitakan membeli mobil dinas jenis Jeep Wrangler Rubicon yang menelan biaya hingga Rp2 miliar.

WowKeren - Baru-baru ini Bupati Karanganyar, Juliyatmono, sukses menyedot atensi masyarakat luas. Pasalnya sang bupati kedapatan membeli mobil dinas mewah tipe Jeep Wrangler Rubicon yang menelan biaya hingga Rp2 miliar.

Tak pelak hal ini menimbulkan beragam reaksi, termasuk dari Kementerian Dalam Negeri. Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik, mengaku pihaknya tengah mendalami pembelian mobil dinas mewah itu. Bila terbukti melanggar aturan, Kemendagri pun meminta agar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk turun tangan dan menegur bawahannya itu.


"Kita tengah pelajari," ungkap Akmal, Sabtu (7/12). "Jika ternyata melebihi spesifikasi batasan yang sudah diatur, tentunya kita akan minta Pak Gubernur (Jawa Tengah) untuk ingatkan bupatinya."

Spesifikasi yang dimaksud ialah terkait batasan kapasitas mesin mobil dinas dan kondisi geografis yang dihadapi. Dua parameter itu harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

Namun demikian, secara tersirat, Akmal mengaku menyayangkan pembelian mobil dinas mewah oleh Juliyatmono itu. Sebab seharusnya pemimpin daerah bisa lebih peka dan memperlihatkan kesederhanaan dalam bekerja.

"Kita sangat menyarankan pemimpin daerah untuk lebih memperlihatkan kesederhanaan dan efisiensi," kata Akmal, dilansir Detik News. "(Baik) dalam bekerja serta memanfaatkan uang negara."

"Pemimpin daerah harus menghindari penggunaan barang-barang mewah untuk kepentingan operasional kedinasan," imbuh Akmal. "Apalagi jika pengadaan barang tersebut menggunakan uang rakyat."

Kendati diminta untuk ikut menegur Juliyatmono, rupanya sebelumnya Gubernur Ganjar sudah pernah menyampaikan pendapatnya. Disampaikan dengan kalem, begini jawaban Gubernur Ganjar. "Ya enggak apa-apa, kalau keuangannya mampu," tutur Ganjar, Jumat (6/12).

Ia menilai pembelian mobil dinas mewah itu bukan hal yang melanggar aturan. Meski sebelumnya sang bupati sudah memiliki mobil dinas Toyota Fortuner.

Pengadaan mobil dinasnya banyak dikritik, Bupati Juliyatmono ikut angkat bicara. Ia meminta masyarakat untuk tak menilai pembelian mobil dinas mewahnya ini dari satu sisi. Sebab menurutnya mobil mewah itu dibeli sebagai hadiah atas kinerjanya yang baik.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts