Media mengungkap adanya 'kode' yang ditinggalkan di pengantar skripsi Reynhard Sinaga, pelaku pemerkosaan terhadap puluhan pria di Inggris, yang baru-baru ini dihukum penjara seumur hidup.
- Elvariza Opita
- Selasa, 07 Januari 2020 - 15:36 WIB
WowKeren - Kasus pemerkosaan terhadap puluhan pria yang dilakukan oleh seorang WNI bernama Reynhard Sinaga terus menjadi pembicaraan panas. Hal ini tentu tak lepas dari kejahatannya yang cukup "mengejutkan" dan "tak lazim".
Profil Reynhard pun terus dikulik publik, termasuk soal latar belakang pendidikannya. Reynhard dilaporkan mendapatkan gelar sarjananya pada 2006 silam dari jurusan arsitektur salah satu universitas ternama Indonesia. Belakangan terungkap Reynhard merupakan alumnus UI.
Mungkin tak ada yang aneh dari fakta ini, kecuali soal adanya "kode" di pengantar skripsinya. Dilansir dari media BBC Indonesia, Reynhard ternyata sempat menuliskan suatu hal yang mendadak dikaitkan dengan kasus yang menjeratnya kini.
Awalnya tak ada yang aneh di pengantar skripsi Reynhard kecuali ucapan terimakasih. Mulai dari keluarga, kampus, hingga teman kuliah lintas angkatan pun ia sebutkan.
Namun kemudian ia juga mengucapkan terimakasih kepada teman yang disebutnya mengetahui "sisi kelam" dirinya. "Mami-mami peramalku .... (terima kasih atas sumbangan pikirannya buat skripsi ini) dan .... yang selalu meramalku dengan gratis dan tahu 'the dark side of me' everybody has his/her dirty laundry right? Haha..," tulis Reynhard di pengantar skripsinya.
Kasus yang menjerat Reynhard ini membuat publik "ikut campur", namun ternyata pihak keluarga justru memilih bungkam. Pasalnya keluarga Reynhard sama sekali tak memberi komentar, baik ketika didekati langsung maupun melalui sambungan telepon.
"Saya tidak mau, tidak ya," ujar ayah Reynhard pelan ketika ditemui di Depok, Jawa Barat pada Desember 2019 lalu. "Maaf belum bisa," balas keluarga Reynhard yang lain pada kesempatan berbeda melalui pesan singkat.
Kekinian Reynhard diharuskan mendekam di balik jeruji besi untuk seumur hidupnya. Vonis ini dijatuhkan setelah ia terbukti memerkosa 48 pria dalam 136 kali tindak pemerkosaan.
Sosoknya pun menjadi catatan tersendiri bagi Hakim Suzanne Goddard yang mengadili kasusnya. Pasalnya Reynhard disebut-sebut terlihat tenang, bahkan cenderung menikmati seluruh proses persidangan yang ada. Reynhard juga tampak tidak menyesali perbuatannya kendati terancam hukuman berat.
(wk/elva)