Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muanas melaporkan Fahira Idris karena dinilai telah menyebarkan berita bohong alias hoaks lewat cuitannya yang kini telah dihapus.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 03 Maret 2020 - 10:36 WIB
WowKeren - Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muanas telah melaporkan anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Fahira Idris, ke Polda Metro Jaya. Laporan ini terkait dengan unggahan Fahira di akun Twitter pribadinya yang menyinggung soal virus Corona (Covid-19).
Cuitan yang dimaksud berkaitan dengan kabar adanya 136 pasien dalam pengawasan virus Corona di Indonesia. Menurut pihak pelapor, Fahira telah menyebarkan berita bohong alias hoaks dengan cuitannya yang kini telah dihapus tersebut.
Menanggapi laporan tersebut, Fahira pun mempertanyakan dimana letak "hoaks" yang dipersoalkan. Pasalnya, Fahira mengaku cuitan tersebut merupakan terusan berita soal pasien pengawasan Corona. Fahira menjelaskan bahwa tidak ada informasi yang ditambahkan atau pun dikurangi dalam cuitan tersebut.
"Letak hoaksnya di mana? Saya tidak menambahkan atau mengurangi informasi dari tribunnews.com. Yang dimaksud 'dalam pengawasan' tidak lain adalah 'suspect' dan tidak berarti 'positif terinfeksi virus Corona COVID-19'," jelas Fahira dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3). "Dan faktanya jika merujuk ke informasi yang disampaikan tribunnews.com, memang terdapat 136 pasien dalam pengawasan Corona yang sekali lagi adalah suspect."
Lebih lanjut, Fahira menilai bahwa cuitannya tersebut digoreng oleh pihak tertentu. Meski demikian, ia mengaku siap menghadapi laporan terhadap dirinya dan berniat melaporkan balik pihak-pihak yang menuduhnya.
"Tidak ada satupun kalimat baik oleh tribunnews ataupun saya yang mengatakan bahwa sudah ada pasien positif Corona di Indonesia. Tetapi oleh mereka digoreng bahwa saya menginformasikan bahwa sudah ada kasus Corona di Indonesia, dan sekarang mau dilaporkan polisi. Kan aneh," ujar Fahira. "Ya silakan saya, saya akan hadapi. Saya juga berencana melaporkan balik pihak-pihak yang menuduh saya telah membuat dan menyebar hoaks."
Selain itu, Fahira juga mempertanyakan apabila informasi yang dibagikannya merupakan hoaks, mengapa hanya dirinya yang dilaporkan. Dan bukannya media yang awalnya memuat informasi tersebut. "Anehnya, kalau mereka yakin informasi itu hoaks, kenapa yang dijadikan objek pelaporan cuma saya, bukan media yang bersangkutan," terang Fahira.
(wk/Bert)