Camilla Buka Suara Usai Temani Pangeran Charles yang Positif Corona, Ungkap Pesan Menyentuh Ini
Getty Images/Chris Jackson
Dunia
Pandemi Virus Corona

Tes COVID-19 Camilla sendiri sebenarnya menunjukkan hasil negatif, Namun Duchess of Cornwall tersebut tetap memilih untuk menemani Pangeran Charles yang diisolasi di Skotlandia.

WowKeren - Publik tentunya masih dikejutkan dengan berita perihal Pangeran Charles yang dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona (COVID-19). Pengumuman ini dibagikan secara langsung oleh pihak Clarence House pada Rabu (25/3) lalu.

Dalam pengumuman tersebut, Pangeran berusia 71 tahun itu disebutkan segera menjalani tes setelah mengalami gejala ringan. "Prince of Wales telah menjalani tes dan positif terinfeksi virus Corona," demikian pernyataan resmi dari Kerajaan. "Dia menunjukkan gejala ringan namun dalam kondisi sehat dan bekerja di rumah selama beberapa hari terakhir seperti biasanya."

Sementara itu, istri dari Pangeran Charles, Camilla, juga menjalani tes COVID-19 ini. Bedanya, hasil tes Camilla dinyatakan negatif. "Camila, Duchess of Cornwall, juga menjalani tes tapi dia dinyatakan negatif," kata pihak Clarence House.

Hasil tes tersebut keluar beberapa hari setelah Pangeran Charles dan sang istri meninggalkan London. Sebelumnya, mereka menghabiskan waktu di Skotlandia untuk menghindari virus corona.

Meski hasil tesnya negatif, namun disebutkan bahwa sang Duchess of Cornwall menemani Pangeran Charles menjalani masa karantina di sebuah rumah di Brikhall, Skotlandia. "Pangeran dan Duchess masih menjalani isolasi di rumah di Skotlandia," lanjut pernyataan Clarence House.


Camilla sendiri kini buka suara perihal keputusannya untuk tetap berada di sisi sang suami dan merawat Charles yang dikonfirmasi positif corona. Melalui akun Instagram Clarence House, Duchess of Cornwall tersebut mengaku bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk menunjukkan bentuk kasih sayang serta pengabdiannya pada Charles.

"Ini adalah waktu yang sulit bagi semua orang, karena kita semua diminta untuk tinggal di rumah agar tetap aman. Tetapi bagi sebagian dari kalian hal itu terasa lebih sulit, karena rumah bukanlah tempat yang aman," tulis Camilla.

"Saya hanya bisa membayangkan bahwa diminta untuk tinggal di sana mungkin terasa sangat mengasingkan dan menakutkan bagi kalian dan keluarga kalian. Ini mungkin berarti menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang yang merugikanmu," lanjutnya, merujuk pada Charles yang positif terinfeksi COVID-19.

"Jika ini situasi yang kalian alami, atau kalian merasa khawatir tentang kondisi orang lain, saya ingin kalian tahu bahwa kalian tidak sendirian," imbuhnya lagi.

"Bahkan jika kalian tidak dapat meninggalkan rumah, kalian dapat menghubungi Saluran Bantuan Penyalahgunaan Domestik Nasional atau menghubungi salah satu badan amal domestik. Harap tetap aman dan dapatkan bantuan," pungkasnya.

Terlepas dari hal tersebut, Inggris sendiri memang terus mengalami jumlah kenaikan kasus positif corona yang signifikan. Hingga kini, tercatat ada 19,522 kasus positif corona, di mana 1,228 pasien meninggal dan 135 di antaranya dinyatakan sembuh.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts