Kampung Purworejo Dijaga 'Pocong Anti Corona', Alasan Mulia Di Baliknya Terkuak
SerbaSerbi
COVID-19 di Indonesia

Sebuah kampung di kecamatan Purworejo menerapkan cara yang unik saat mengisolasi mandiri wilayahnya dengan cara menjadikan ikon pocong sebagai penjagaannya.

WowKeren - Sejumlah wilayah telah memberlakukan karantina lokal demi menekan laju penyebaran virus corona atau COVID-19. Lantas sebuah kampung di Kabupaten Purworejo yaitu Kampung Tuk Songo saat ini tengah melakukan isolasi mandiri.

Isolasi mandiri tersebut direncanakan akan berlangsung sampai waktu yang belum ditentukan hingga suasana dianggap sudah kondusif. Namun rupanya warga kampung ini melakukan sistem penjagaan dengan cara yang unik saat mengisolasi wilayahnya.


Bagaimana tidak, Dusun Tuk Songo, di Kecamatan Purworejo menjadikan ikon pocong sebagai penjaga wilayahnya. Menariknya lagi, sosok pocong jadi-jadian tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan warga agar ingat akan kematian.

"Pocong itu mengingatkan kita pada kematian," ujar salah seorang tokoh masyarakat Dusun Tuk Songo, Kelurahan/Kecamatan Purworejo, Angko Setiyarso Widodo (60), Minggu (30/3). "Jadi siapa saja yang ngeyel dan tidak bisa ikut mencegah penyebaran virus corona ini ya bisa saja akan dipocong alias mati. Harapannya ya pagebluk (wabah) ini segera berakhir."

Dua warga yang berdandan seperti pocong akan berjaga di perbatasan wilayah. Dua pocong tersebut sengaja disiagakan untuk mengawasi warga kampung atau luar kampung yang hendak keluar masuk wilayah tersebut.

Karena semua wilayah diisolasi, semua jalan masuk kampung pun ditutup. Lantas warga hanya boleh melewati satu jalan yang dijaga oleh dua pocong yang bertugas pada saat itu. Tak hanya berjaga, mereka juga akan menyemprotkan disinfektan kepada warga yang lewat di tempat tersebut.

Sistem penjagaan dengan menggunakan kostum pocong ini hanya dilakukan ketika malam hari. "Bersama warga lain, pocong itu akan memeriksa siapa saja yang lewat termasuk menyemprotkan disinfektan. Pocong jaganya hanya malam hari saja, nanti kalau siang dijaga warga lain," tambah Angko.

Lantas penjagaan warga dengan menggunakan kostum pocong ini diharapkan bisa membantu masyarakat untuk terus semangat melawan penyebaran wabah virus corona. "Ini kita gotong-royong melawan Corona dari tingkat bawah dengan swadaya di lingkungan masing-masing dengan cara mengisolasi diri," tutur Angko.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts