Penulis 'Harry Potter' JK Rowling Klaim Sempat Alami Gejala Corona dan Bagikan Teknik Ini Agar Pulih
AP
Selebriti
Seleb vs Corona

Penulis seri 'Harry Potter' tersebut secara mengejutkan mengklaim bahwa ia sempat mengalami gejala COVID-19 beberapa waktu lalu. Namun saat ini Rowling mengaku jika dirinya telah pulih total.

WowKeren - Virus corona (COVID-19) telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Bahkan sejumlah tokoh-tokoh penting maupun selebriti tersohor di dunia pun turut terpapar virus yang menyebar dari Wuhan tersebut. Salah satunya adalah penulis terkenal JK Rowling yang mengaku yakin jika dirinya terinfeksi COVID-19.

Penulis seri "Harry Potter" tersebut secara mengejutkan mengklaim bahwa ia sempat mengalami gejala COVID-19. Namun saat ini penulis asal Inggris itu menyatakan dirinya telah pulih dari gejala tersebut. Hal ini diungkapkan langsung oleh Rowling melalui akun Twitter pribadinya.


Belum lama ini, kreator "Fantastic Beasts" tersebut mengunggah video seorang dokter di Rumah Sakit Queens, yang menjelaskan cara meringankan gangguan pernapasan. Kemudian ia mengaku jika dirinya sempat mengalami gejala COVID-19 beberapa waktu lalu, meskipun belum melakukan tes.

Photo-INFO

"Selama dua pekan terakhir aku mengalami semua gejala COVID-19 (meski belum menjalani tes) dan melakukan saran dokter yang merupakan suamiku. Aku pulih total dan tekniknya sangat membantu," tulis Rowling dalam cuitannya.

Salah satu penulis termahal di dunia tersebut juga mengucapkan terima kasih pada semua orang yang mengirimkan pesan. Lewat cuitannya ini, Rowling mengaku hanya ingin berbagi teknik yang direkomendasikan oleh dokter.

"Tidak membutuhkan biaya, tidak menimbulkan efek samping buruk tetapi dapat banyak membantu kalian atau orang yang kalian cintai. Seperti halnya yang terjadi padaku," lanjut Rowling.

"Kalau kamu mau melakukannya sebelum terjadi infeksi, ini adalah ide bagus," tutur Dr Sarfaraz Munshi dalam video yang dibagikan oleh Rowling.

Cara teknik ini adalah menghirup napas dalam-dalam sebanyak lima kali. Dan setiap kali melakukannya, tahan napas selama lima detik. Setelah menarik napas keenam, berusahalah batuk sekeras mungkin, sambil tak lupa menutup mulut.

"Lakukan ini dua kali, lalu kami tidur dengan posisi datar di tempat tidur dengan bantal di depanmu, ambil napas sedikit dalam selama sekitar 10 menit," lanjut Dr Sarfaraz Munshi lagi.

Dr Sarfaraz Munshi menjelaskan bahwa posisi tidur yang baik untuk melakukan teknik pernapasan ini adalah dengan tengkurap. Ia beralasan paru-paru manusia mayoritas berlokasi dekat dengan punggung. Alhasil, menurut dia, tidur dengan cara telentang dalam waktu lama saat terjadi infeksi, dapat mengganggu jalan pernapasan.

(wk/luth)

You can share this post!