Meski diperbolehkan untuk tidak berpuasa saat menyusui, sebagian ibu menyusui tetap ingin ikut serta berpuasa di bulan suci ini. Namun apakah berpuasa akan mempengaruhi keluarnya ASI atau kesehatan ibu?
- Putri Stevania
- Kamis, 23 April 2020 - 12:24 WIB
WowKeren - Sebentar lagi, umat muslim akan menyambut bulan suci Ramadhan. Semua umat muslim bersiap-siap untuk menyambut datangnya momen ini dan menjalani ibadah puasa. Semua orang bersemangat untuk menyambut bulan Ramadhan ini dengan berpuasa, begitu juga dengan ibu menyusui.
Meski diperbolehkan untuk tidak berpuasa saat menyusui, sebagian ibu menyusui tetap saja merasa rindu untuk ikut serta berpuasa di bulan suci ini. Namun apakah berpuasa akan mempengaruhi keluarnya ASI atau kesehatan ibu?
Tak perlu khawatir, pada dasarnya puasa atau pun penurunan asupan kalori tidak akan memengaruhi produksi ASI kok. Namun kalian yang menyusui wajib paham beberapa hal yang harus diperhatikan selama puasa. Penasaran apa saja? Berikut tim WowKeren rangkum 7 tips berpuasa untuk ibu menyusui. Yuk disimak!
(wk/putr)1. Konsultasikan Dengan Dokter
Sebelum memutuskan apakan kalian akan berpuasa, sebaiknya konsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Dengan begitu, dokter juga bisa melihat kondisi kesehatan si bayi dari usianya serta keadaan sang ibu.
Perlu diketahui bahwa jika bayi berada di bawah usia 6 bulan, dia akan bergantung pada asi sebagai asupan gizi utama. Jika bayi telah memasuki usia 6 bulan, biasanya kalian akan diperbolehkan puasa. Hal ini karena di masa ini bayi sudah mendapatkan makanan pendamping asi.
2. Tetap Lengkapi Kebutuhan Gizi Makan 3 Kali
Penting bagi ibu menyusui puasa untuk memperhatikan apa yang Anda konsumsi saat sahur dan berbuka. Makanan dan minuman yang Anda konsumsi saat sahur dan berbuka merupakan cadangan nutrisi dan kalori selama menjalankan puasa. Meski sedang berpuasa, ibu menyusui tidak boleh mengabaikan jadwal makan
Oleh karena itu, tetaplah menjaga waktu makan 3 kali dalam satu hari. Waktu makan 3 kali dalam sehari bisa kalian bagi dari waktu berbuka, beberapa saat sebelum tidur dan waktu sahur. Konsumsi makan 3 kali sehari membantu tubuh memproduksi ASI tetap lancar dan sehat. Jangan lupa, sertakan sayur dan buah dalam setiap asupan bagi ibu menyusui.
3. Konsumsi Banyak Cairan Saat Sahur Dan Buka
Puasa bagi ibu menyusui memang tidak berbahaya. Tapi, dehidrasi saat menyusui bisa berbahaya. Jika ibu menyusui mengalami gejala dehidrasi, seperti merasa haus, pusing, lemas, lelah, mulut kering dan lainnya, disarankan segera membatalkan puasa dengan mengonsumsi air atau cairan yang mengandung elektrolit untuk merehidrasi tubuh.
Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengonsumsi cairan secukupnya ketika sahur dan juga berbuka puasa untuk menggantikan cairan yang hilang saat berpuasa. Ibu menyusui juga disarankan minum lebih banyak pada saat sahur, meski nutrisi dan kalori juga tidak kalah penting.
4. Perbanyak Konsumsi Makanan Yang Perlancar Asi
Untuk menghindari ASI macet saat puasa, kalian juga dianjurkan makan makanan yang bisa memperlancar ASI. Beberapa asupan yang baik untuk ibu menyusui puasa antara lain adalah brokoli, bayam, katuk, telur, ikan salmon, daging tanpa lemak, dan kacang merah.
Sebuah penelitian mengungkapkan, kandungan zinc, magnesium dan potasium yang ada di dalam ASI bisa berkurang saat ibu menyusui puasa. Selain mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung nutrisi tersebut, kalian juga bisa menambah suplemen pada saat sahur.
5. Stock ASI Di Malam Hari
Saat puasa, produksi ASI mungkin akan berkurang pada siang hari. Oleh karena itu, manfaatkan malam hari untuk memompa ASI dan menyusui semaksimal mungkin. Stok ASI perah ini dapat kalian digunakan pada siang harinya. Kebanyakan ibu menyusui puasa sering kali berpikir bahwa pemberian ASI saat puasa akan membuat produksi ASI berkurang.
Nyatanya, ketika kalian sering memberikan ASI, tubuh akan semakin banyak menghasilkan ASI. Isapan bayi di payudara menjadi salah satu cara utama yang membuat produksi ASI di dalam tubuh menjadi lebih lancar. Oleh karena itu, ibu menyusui puasa tak perlu khawatir produksi ASI nya lebih sedikit.
6. Istirahat Yang Cukup
Puasa bagi ibu menyusui pasti terasa berat, karena tubuh akan lebih sering lemas setelah memberikan ASI. Jadi, istirahatlah yang cukup agar kondisi fisik dan psikismu bisa pulih, sehingga produksi ASI juga tetap lancar.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan tidur siang. Tidur di siang hari mungkin diperlukan untuk menghemat energi agar kalian agar tetap kuat menjalani puasa. Selain itu, kurangilah aktivitas berat dan olahraga, serta jangan keluar rumah saat cuaca sedang panas.
7. Perhatikan Kondisi Kesehatan Ibu Menyusui
Meski ini adalah salah satu ibadah, jangan terlalu memaksakan diri ya. Pikirkan juga kesehatan kalian dan sang bayi. Jika merasa tak kuat atau bayi membutuhkan asupan ASI-mu secara lebih, kalian sebaiknya membatalkan puasa.
Segera batalkan puasa jika kalian memiliki beberapa tanda akan sakit. Terutama jika kalian memiliki masalah kesehatan seperti diabetes, hipertensi dan gangguan hormonal, karena gangguan kesehatan ini dapat memengaruhi produksi ASI.
Intip juga beberapa makanan berkuah yang pas banget kalian konsumsi untuk berbuka puasa di sini. Intip juga beberapa tips agar tetap kuat berpuasa meski tak sahur di sini.