RS COVID-19 di DKI Penuh, Ridwan Kamil Beri Penawaran Ini ke Anies
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menawarkan fasilitas layanan kesehatan di wilayahnya untuk menampung pasien positif virus corona dari DKI Jakarta yang tak dapat ditampung RS rujukan COVID-19.

WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengungkapkan bahwa kapasitas rumah sakit rujukan di DKI Jakarta semakin menipis. Setidaknya ada tujuh dari 67 rumah sakit rujukan COVID-19 di Ibu Kota kini telah terisi penuh 100 persen.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun menawarkan fasilitas layanan kesehatan di wilayahnya untuk menampung pasien positif virus corona dari ibu kota. Menurutnya, sejumlah rumah sakit di wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) yang menjadi penyangga ibu kota masih bisa dipakai karena tingkat keterisian cukup.

"Kami (Pemerintah Provinsi Jawa Barat) menawarkan karena keterisian rumah sakit di Jabar masih baik di angka 35 persen," ujar pria yang kerap dipanggil Kang Emil tersebut saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jumat (11/9). "Maka kalau DKI kewalahan kita menawarkan rumah sakit di Bodebek untuk digunakan atas nama kemanusiaan."

Lebih lanjut, Emil mengatakan tawaran bantuan dari Pemprov Jabar semata-mata untuk kemanusiaan. "Jadi inilah pentingnya kita memahami bahwa menangani Covid jangan dipilah-pilah lalu oleh berdasarkan administrasi atau wilayah politik, ini sesama manusia dan NKRI kita harus kompak," katanya.


Ketua Divisi Manajemen Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Marion Siagian menuturkan daya tampung rumah sakit di Bodebek untuk menerima pasien COVID-19 masih sangat memungkinkan.

Marion menjelaskan bahwa sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Jabar, terdapat 105 rumah sakit di Jabar yang melayani pasien COVID-19. Jumlah tersebut belum ditambah dengan 322 rumah sakit rujukan di 27 kota/kabupaten.

Di antara rumah sakit tersebut, sebanyak 10 layanan kesehatan yang paling banyak melayani COVID-19 didominasi oleh RS di Bodebek dan Karawang. Ke-10 RS tersebut adalah RS Hasbullah Kota Bekasi, RSU Cibinong, RSU Kota Bogor, RSU Karawang, RS Mitra Keluarga Pratama Jatiasih, RSU Kota Depok, RS UI Depok, RS Bhayangkara Brimob, RS Hermina Bekasi, dan RSUD Ciawi. "Kita punya 4.094 tempat tidur saat ini keterisian 44,33% jadi masih di bawah standar WHO," paparnya.

Untuk tingkat keterisian RS di wilayah Bodebek dirincikan sebagai berikut, Kota Depok sebesar 73,8%, Kota Bekasi (67%), Kabupaten Bekasi (55%), Kabupaten Bogor (52%), Kota Bogor (49%) dan Kota Bandung (31,52%). "Jadi kita sangat memungkinkan kalau nanti DKI mengirimkan pasien ke Jawa Barat," terangnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts