Warga Temukan Biji Plastik Dalam Beras Program Bansos di Cianjur
Nasional

Warga Kampung Margaluyu, Desa Sukratu, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur dibuat geger dengan temuan beras plastik yang merupakan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

WowKeren - Warga Kampung Margaluyu, Desa Sukratu, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur dibuat geger dengan temuan beras plastik. Beras plastik tersebut merupakan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Mulanya, warga merasa curiga dengan beras bansos yang baru dibeli dari E-warong di wilayah mereka. Salah satu warga penerima yang bernama Ridwan mengatakan setelah ditanak menjadi nasi, beras terkesan sangat lembek dan lengket.

Kondisinya tidak seperti nasi dari beras biasa mereka dapatkan sebelumnya. "Tekstur nasinya sangat lembek dan lengket seperti lem, sehingga kami tidak berani mengkonsumsinya, setelah kami cek dalam karung beras yang kami dapat dari E-warong, ada puluhan butir biji plastik yang samar seperti beras," katanya dilansir Antara, Selasa (22/9).

Tidak yakin dengan temuannya itu, Ridwan dan beberapa orang penerima manfaat lainnya, mencoba membuka karung beras yang masih utuh. Serupa, mereka menemukan puluhan biji plastik layaknya butiran beras di dalamnya.

Dari setiap karung ditemukan lebih dari 20 butir biji plastik yang terkesan hampir sama dengan butiran beras. Para warga pun akhirnya melaporkan temuan tersebut kepada ketua RT/RW setempat, yang selanjutnya diteruskan ke aparat desa.


Ketua RW 07 Kampung Margaluyu, Salim mengatakan setelah mendapat laporan, pihaknya langsung menugaskan RT 02 dan 03 untuk melakukan pendataan berapa banyak warga penerima manfaat yang mengalami hal yang sama. "Kami masih melakukan pendataan, sementara jumlah warga yang mendapat beras bercampur biji plastik lebih dari 100 orang," katanya. "Kami sudah minta RT berkoordinasi dengan desa guna mencari tahu keberadaan biji plastik dalam beras bantuan pemerintah itu."

Menindaklanjuti persoalan tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Cianjur, Jawa Barat memanggil pemasok beras dan sembako lainnya bagi penerima manfaat BNPT. Bahkan Dinsos Cianjur akan melibatkan pihak kepolisian guna mengusut keberadaan biji plastik yang membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.

"Sesuai dengan perintah Bupati Cianjur, kami langsung berkoordinasi dengan Polres Cianjur, bahkan dua karung beras berisi biji plastik yang mirip dengan butiran beras sudah diamankan," kata Kepala Dinas Sosial Cianjur Amad Mutawali. "Kami akan memanggil supplier yang memasok beras tersebut."

Lebih lanjut, Ahmad menuturkan pihaknya akan memberi sanksi tegas terhadap pemilik jika terbukti bantuan itu tidak sesuai standar. Pihaknya pun meminta klarifikasi dari pemilik apakah terdapat unsur kesengajaan atau tidak.

"Dinsos belum bisa menjatuhkan sanksi karena belum ada kepastian apakah disengaja atau ada kelalaian dari pihak supplier terkait butiran plastik dalam beras tersebut," pungkasnya. "Kami akan memberi sanksi tegas jika ada unsur kesengajaan, sebab ini bantuan untuk masyarakat prasejahtera sehingga harus dengan kualitas terbaik."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts