Baru Dibuka 2 Hari, Tower 4 RSD Wisma Atlet Sudah Tampung 527 Pasien
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Tower 4 RSD Wisma Atlet baru mulai beroperasi pada Senin (21/9), namun ternyata sudah 'menyambut' hingga lebih dari 500 pasien COVID-19. Tower ini sendiri khusus untuk OTG dan pasien bergejala ringan.

WowKeren - Pada Senin (21/9) kemarin, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya membuka kembali satu tower di rumah sakit darurat (RSD) Wisma Atlet. Pasalnya terjadi lonjakan besar-besaran pasien positif COVID-19, khususnya yang tak bergejala atau bergejala ringan, yang sudah mengisi 90 persen kapasitas Tower 5.

Adalah Tower 4 yang mulai dioperasikan sepenuhnya sejak Senin kemarin, dan ternyata sudah langsung "menyambut" hingga ratusan pasien. Bahkan berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tower 4 RSD Wisma Atlet, yang menampung OTG dan pasien COVID-19 bergejala ringan, sudah terisi 527 orang.

Secara presentase, kapasitas tempat tidur di Tower 4 sudah terpakai sampai 34,08 persen, berdasarkan data pada Rabu (23/9) pukul 06.00 WIB. Dengan demikian, masih tersedia 1.019 tempat tidur, atau sekitar 65,92 persen dari total 1.546 bed yang disediakan di tower tersebut.

Seperti Tower 5, Tower 4 memang dibuka untuk menampung pasien-pasien COVID-19 tanpa gejala atau bergejala ringan yang tak memiliki tempat untuk melakukan isolasi mandiri. Untuk Tower 5 yang sendiri, yang ternyata baru beroperasi 12 hari sampai hari ini, sudah terisi 92,03 persen atau sampai 1.445 orang. Padahal kapasitas yang disediakan mencapai 1.570 tempat tidur.


Memang tingkat keterisian untuk gedung-gedung di Wisma Atlet ini tengah menjadi sorotan. Tak hanya di tower khusus pasien OTG, bangunan yang merawat pasien-pasien COVID-19 bergejala sedang juga sudah nyaris penuh. Tower 6 dilaporkan menyisakan 310 tempat tidur, sedangkan Tower 7 tersisa 170 ranjang.

Secara presentase, hunian di Tower 6 dan 7 RSD Wisma Atlet sudah terisi sampai 83,32 persen. Alias terisi 2.398 dari kapasitas 2.878 tempat tidur yang disediakan, berdasarkan data yang dihimpun sampai Rabu pagi hari ini.

Data ini sedikit banyak menunjukkan Ibu Kota masih terus "memanen" sejumlah besar pasien-pasien positif COVID-19. Padahal saat ini DKI Jakarta sudah memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat yang dimulai sejak Senin (14/9) lalu.

Memang selama beberapa waktu terakhir DKI Jakarta terus mengonfirmasi hingga lebih dari seribu pasien COVID-19 setiap harinya. Namun demikian, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) malah menilai situasi ini sebagai hal yang bagus, dengan penjelasan seperti berikut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts