Heboh Ular Lilit Pilar Disebut Tanda Suksesi Kekuasaan, Keraton Yogya Angkat Bicara
https://www.kratonjogja.id/
SerbaSerbi

Seekor ular didapati melilit saka guru alias pilar utama di bangsal Keraton Yogyakarta. Fenomena ini kemudian dikaitkan dengan pertanda suksesi kekuasaan.

WowKeren - "Tamu tak diundang" hadir di Keraton Yogyakarta dan sukses membuat geger publik, khususnya di dunia maya, belum lama ini. Seekor ular jenis Lycodon capucinus itu tampak melilit di saka guru alias pilar utama di bagian dalam bangsal keraton.

Kehadiran seekor ular itu dipergoki oleh tukang yang berada di lokasi. Kejadiannya pada Kamis (8/10) malam beberapa pekan lalu, yang menurut kalender Jawa adalah malam Jumat Pon.

Keberadaan ular ini pun langsung membuat geger karena ditengarai merupakan suatu pertanda. Lebih tepatnya ular yang melilit itu disebut menjadi tanda akan ada suksesi di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, seperti diungkap Pakar Budaya Jawa Universitas Indonesia, Darmoko.

"Kalau saya tafsirkan, maka ini adalah pertanda atau sasmita terkait dengan tiang penyangga kekuasaan di Kasultanan Ngayogyakarta," terang Darmoko, Jumat (23/10). "Karena yang dililit ini adalah pilar. Adapun ular adalah penanda kekuatan adikodrati, dia memberi tanda atas kehendak Sang Maha Kuasa."

Heboh Ular Lilit Pilar Disebut Tanda Suksesi Kekuasaan, Keraton Yogya Angkat Bicara

Twitter/RahmaPt


Lantas bagaimana tanggapan Keraton soal pertanda ini? Penghageng Tepas Dwarapura (Humas) Keraton Yogyakarta, KRT Jatiningrat, meyakini tidak ada maksud di balik fenomena tersebut.

"Nggak," tegasnya yang biasa disapa Roro Tirun itu, dilansir dari Detik News, Sabtu (24/10). "Menurut saya itu kejadian biasa, jangan dihubung-hubungkan dengan hal yang aneh-aneh."

Justru kemunculan ular ini adalah bukti bahwa Keraton Yogyakarta ramah lingkungan dan tidak semena-mena, bahkan terhadap hewan. "Kejadian di Keraton ada ular itu biasa, karena ularnya banyak. Nggak pernah saya bunuh, paling saya buang, saya pindahkan ke tempat lain saja," tuturnya.

Reaksi enteng serupa juga disampaikan oleh adik Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo. "Siapa pun silakan menginterpretasikan tentang ular tersebut," ujarnya.

"Sudah biasa yang namanya ada sesuatu kejadian terkait dengan Keraton Yogyakarta pasti ada saja yang menginterpretasikan macam-macam. Itu sah-sah saja," imbuh Prabukusumo.

Ular itu sendiri tampak tepat pada acara peringatan haul (kematian) Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Ular itu melilit di saka guru daerah barat laut, yang diyakini Roro Tirun bukan pertanda apapun.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts