Rajin Baca Hingga Main Puzzle, 7 Kebiasaan Sederhana Ini Ternyata Bisa Bantu Cegah Pikun
Health

Salah satu penyebab pikun paling umum adalah efek penuaan yang berdampak pada melemahnya fungsi otak. Namun, ada beberapa kegiatan sederhana yang bisa menjauhkan kalian atau orang tersayang dari kepikunan loh.

WowKeren - Saat memasuki lansia, beberapa masalah kesehatan akan mudah menyerang salah satunya kepikunan. Pikun umumnya diartikan sebagai kondisi berkurangnya daya ingat atau memori. Banyak orang yang beranggapan bahwa pikun merupakan efek penuaan yang tidak dapat dihindari. Padahal hal itu tidak benar.

Perlu diketahui bahwa kemampuan mengingat dan memproses sesuatu memang berkurang secara bertahap dari waktu ke waktu. Namun, bukan berarti saat beranjak tua, seseorang pasti mengalami pikun atau menjadi sering lupa. Bahkan pada kasus tertentu, pikun perlu dicurigai sebagai gejala awal dari demensia.


Salah satu penyebab pikun paling umum adalah efek penuaan yang berdampak pada melemahnya fungsi otak. Hal ini biasanya hanya akan menimbulkan gangguan memori ringan. Namun, ada beberapa kegiatan sederhana yang bisa menjauhkan kalian atau orang tersayang dari kepikunan loh.

Apa saja? Berikut tim WowKeren rangkum 7 kegiatan sederhana yang bisa bantuk kalian cegah kepikunan. Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Gemar Membaca Dan Memulis


Gemar Membaca Dan Memulis

Kedua aktivitas ini efektif untuk melatih dan menstimulasi sel-sel saraf otak. Jadi, orangtua dianjurkan untuk sering-sering membaca koran dan menulis buku harian agar tidak cepat pikun. Jika memang sering lupa, orangtua disarankan untuk mencatat segala hal yang perlu diingat dalam sebuah buku.

Menggunakan pena dan kertas memberi otak lebih banyak menggantung ingatan kalian. Menulis dengan tangan menciptakan lebih banyak aktivitas di bagian sensor motorik otak, Menggunakan pena dan kertas memberi otak lebih banyak menggantung ingatan kalian. Menulis dengan tangan menciptakan lebih banyak aktivitas di bagian sensor motorik otak.

2. Rajin Bersosialisasi


Rajin Bersosialisasi

Cara lain menjaga kesehatan otak adalah dengan bersosialisasi, baik menjaga relasi dengan teman lama atau membuka jejaring pertemanan baru. Dalam penelitian tahun 2018 lalu, lansia di Tiongkok yang konsisten dalam interaksi sosial berisiko lebih rendah mengalami demensia.

Temuan lainnya menganalisis mereka yang berusia 80 keatas dan memiliki kemampuan kognitif setara usia 50 atau 60-an, ternyata memiliki kehidupan sosial yang baik dibanding rekan sejawat mereka dengan kemampuan kognitif rata-rata. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis di usia tua berkaitan dengan penurunan risiko berkembangnya demensia alzheimer.

3. Berhati-hati Agar Kepala Tak Terbentur


Berhati-hati Agar Kepala Tak Terbentur

Kondisi tubuh orang yang sudah lanjut usia sangat rentan dan jika terjatuh atau mengalami benturan, bisa mengakibatkan kondisi yang serius bahkan fatal. Karena itu, orang lansia perlu sangat berhati-hati ketika beraktivitas. Saat mengendarai sepeda motor, selalu gunakan helm untuk menjaga kepala dari benturan keras atau cedera otak, yang bisa menyebabkan pikun atau demensia.

Sebuah benturan yang terjadi pada bagian kepala memang sangat berisiko memberi dampak pada fungsi otak. Trauma kepala karena benturan bisa menyebabkan seseorang mengalami gegar otak. Namun, pada gegar otak ringan biasanya tidak akan sampai memicu amnesia atau hilang ingatan. Benturan umumnya hanya menyebabkan perasaan pusing atau lemas.

4. Lakukan Aktivitas Spiritual


Lakukan Aktivitas Spiritual

Aktivitas ibadah dipercaya memiliki peran yang cukup signifikan dalam menjaga dan meningkatkan fokus otak, serta menjaga kesehatan mental. Jadi, orangtua bisa mengisi waktunya dengan ikut terlibat dalam berbagai kegiatan rohani agar kemampuan otaknya tidak menurun. Selain itu, kegiatan berpuasa juga terbukti bermanfaat untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja sel-sel otak.

Selain itu, kualitas tidur yang buruk bisa meningkatkan produksi protein beta-amiloid di otak yang terkait dengan perkembangan gejala demensia atau pikun. Maka, kita perlu tidur nyenyak yang cukup agar bisa membuang “racun” di otak dan membentuk ingatan kuat.

5. Aktif Bergerak


Aktif Bergerak

Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur baik untuk kesehatan jantung, sirkulasi darah, berat badan, dan kesehatan mental kalian. Aktivitas fisik atau olahraga bisa melindungi dari demensia dengan merangsang kemampuan otak untuk mempertahankan hubungan antar saraf yang lama, dan membuat jaringan saraf baru.

Kalian bisa mulai membiasakan aktivitas fisik sederhana dengan berjalan-jalan, atau berkebun di rumah. Kegiatan itu jauh lebih baik daripada duduk diam di depan televisi terlalu lama. Jika sudah terbiasa aktif, kalian dapat menambahkan dengan latihan sederhana seperti push-up dan sit-up. Setelah itu, bisa meningkatkan lagi ke olahraga rutin seperti bersepeda, jogging, dan berenang.

6. Bermain Asah Otak


Bermain Asah Otak

Salah satu cara sederhana dan menyenangkan untuk menghindari risiko pikun adalah dengan bermain permainan asah otak. Kalian bisa memilih permainan yang disukai seperti puzzle, teka-teki silang, menjawab kuis, atau bermain kartu dan board games.

Kalian juga bisa mengikuti kursus bahasa atau membaca buku yang menyenangkan dan bukan untuk mengejar target tertentu. Dengan membuat otak tetap aktif, maka kalian bisa mencegah penurunan fungsi otak. Kalian uga bisa mendorong diri untuk lebih aktif di berbagai komunitas seperti menjadi sukarelawan, atau bergabung dengan klub dan sebagainya.

7. Jalani Pola Hidup Sehat


Jalani Pola Hidup Sehat

Makanan berlemak dan camilan yang mengandung banyak garam dan gula dapat memengaruhi pembuluh darah dan otak sehingga memicu demensia. Maka, kalian perlu mengubah gaya hidup dengan diet sehat dan memilih makanan bernutrisi baik untuk menghindari risiko pikun di hari tua.

Beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk menghindari demensia yaitu karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan gandum, juga sumber protein dan lemak baik seperti ikan. Kandungan DHA yang terdapat dalam lemak baik dapat membantu mencegah demensia dengan mengurangi plak beta-amiloid. Selain itu, jangan lupakan buah dan sayur

Intip juga artikel ini untuk mengetahui beberapa makanan sehat yang cocok dikonsumsi oleh lansia. Selain itu kalian juga bisa menyimak beberapa jenis olahraga yang cocok untuk lansia di sini.

You can share this post!

Related Posts