Perang Petisi Deepfake vs RPS, Konten Pelecehan Seksual Idol Wanita dan Pria
Selebriti

Terjadi perang petisi di dunia K-Pop di mana netizen berjuang melawan pelecehan seksual menuntut hukuman terhadap pembuat konten dewasa dengan target gender yang berbeda.

WowKeren - Terjadi perang petisi di dunia K-Pop belakangan ini. Netizen berjuang melawan pelecehan seksual melalui petisi menuntut hukuman terhadap pembuat konten dewasa dengan target gender yang berbeda.

Target pertama adalah RPS, atau alpaseu, yang mengacu pada fanfiction (fiksi) atau fanart (gambar) menggambarkan orang sungguhan dan sering kali menjalin mereka dengan karakter sesama jenis. Karya RPS ini lebih sering diberi rating 18+, yang diklaim oleh netizen sebagai bentuk pelecehan seksual.

Masalah kedua melibatkan deepfake K-Pop, di mana teknologi AI digunakan untuk mengubah wajah idol wanita menjadi karya pornografi. Menurut statistik penelitian, 25 persen korban secara global adalah idol K-Pop wanita.

Perang Petisi Deepfake vs RPS 1

Source: Koreaboo

Namun petisi ini memicu "peperangan" di antara penggemar dan netizen. Sementara banyak netizen wanita mendukung petisi untuk menghukum deepfake dengan kejam, banyak juga netizen pria yang melangkah untuk mendukung mosi untuk menghukum RPS. Secara statistik, RPS sering ditulis oleh penggemar wanita dan deepfake dikonsumsi oleh pria.


Setelah pencarian yang dilakukan oleh seorang netizen tertentu, disadari bahwa tidak ada deepfake idol pria yang ada di situs yang ditargetkan untuk konsumen. Meski begitu, ada kemungkinan hasil edit semacam itu diedarkan secara online pada minoritas.

Pencarian cepat dilakukan oleh netizen dengan akun @dxxpfakeout menggunakan BTS (Bangtan Boys) yang terkenal secara global dan populer, sebagai contoh. Namun tidak ada hasilnya. Sebaliknya, pencarian justru memberikan saran tentang video populer terkini termasuk Jennie BLACKPINK (Black Pink) dan Luda Cosmic Girls.

Perang Petisi Deepfake vs RPS 2

Source: Koreaboo

Petisi untuk kedua masalah tersebut semakin tinggi, sementara netizen terus terbagi. Banyak netizen wanita yang mengklaim bahwa masalah terhadap RPS dimulai oleh netizen pria yang marah pada mereka yang menyerukan hukuman terkait deepfake dan kasus Nth Room. Banyak juga yang marah dengan cara artikel berita menarik perbandingan antara RPS dan Nth Room, salah satu kasus kekerasan seksual dan perdagangan manusia terbesar dalam sejarah.

"Sebuah artikel tentang RPS telah muncul? Mereka berteori seolah-olah Nth Room = RPS, sementara mereka menolak deepfake idol wanita seolah-olah tidak dapat membantu hanya karena mereka adalah idol. Ada banyak orang muncul sekarang ikut membenci RPS," tulis netizen.

Sementara itu, beberapa selebritis juga angkat bicara tentang masalah ini, termasuk rapper BeWhy dan rapper Rohann. Kedua petisi tersebut telah mencapai lebih dari 200.000 tanda tangan.

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts