Siaran Lamaran Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar Banyak Diprotes, KPI Akhirnya Ambil Tindakan
Instagram/aurelie.hermansyah
Selebriti
Atta dan Aurel Menikah

KPI juga mengungkapkan akan meminta penjelasan dari pihak Atta dan Aurel serta pihak stasiun TV yang menayangkannya. KPI berencana akan memanggil pihak stasiun TV guna melihat bukti tayangnya.

WowKeren - Atta Halilintar resmi melamar putri pertama Anang Hermansyah, Aurel Hermansyah. Acara lamaran tersebut disiarkan di televisi selama kurang lebih 4 jam. Namun siaran tersebut ternyata justru menuai protes dari publik dan Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP).

Acara lamaran itu disiarkan langsung oleh stasiun televisi swasta. Tidak cuma lamaran, televisi tersebut juga menayangkan dari awal mula Atta Halilintar persiapan jelang lamaran. Selain itu, dikatakan bahwa pasangan itu juga akan menayangkan acara siraman, pengajian, sampai akad nikah yang akan digelar pada 3 April 2021. Kritikan dan protes bermula dari adanya surat terbuka dari KNRP.

KNRP menganggap tayangan acara pertunangan Atta dan Aurel tidak mewakili kepentingan publik secara luas. KNRP juga menyesalkan sikap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang tidak menghentikan kegiatan tersebut.

Menanggapi protes KNRP, Mulyo Hadi Purnomo selaku wakil ketua sekaligus anggota bidang pengawasan isi siaran KPI Pusat memberikan penjelasan. Menurutnya, pihak KPI sudah merencanakan untuk menegur pihak Aurel dan Atta bahkan sebelum protes KNRP.


"Kalau sebetulnya tanpa ada tanggapan (KNRP) itu memang kami berencana kemarin itu, kami menerima itu sore ya. Sore baru terima flyer (pamflet jadwal rangkaian acara Aurel-Atta) itu ya dari teman terkait dengan itu,” ungkap Mulyo kepada Detik.

“Kemudian kami diskusi di bidang pengawasan, kemudian kami berencana mau mengundang pihak RCTI. Tapi sebelumnya kami coba konfirmasi ke pihak RCTI-nya, apakah flyer itu benar adanya atau tidak, dalam perencanaan program siaran yang mau ditayangkan," lanjutnya.

"Kami tidak mau itu hanya sekedar sebagai gimmick marketing, kalau itu gimmick marketing orang dibikin penasaran, dibikin jengkel pada akhirnya mereka memastikan, benar nggak sih orang pada nonton itu semua, ternyata beda, itu yang kami antisipasi. Nah hari ini kan sudah ada penayangan, kami sudah minta teman-teman pemantau, menyampaikan laporan dan hari Senin itu kami melakukan pemanggilan terhadap pihak RCTI," sambungnya.

KPI juga mengungkapkan akan meminta penjelasan dari pihak Atta dan Aurel serta pihak stasiun TV yang menayangkannya. KPI berencana akan memanggil pihak stasiun TV pada Senin (15/3) guna melihat bukti tayangnya.

"Kami mau meminta penjelasan terkait dengan itu, rencana itu semua. Dan juga temuan yang kami dapatkan kalau misalnya nanti berdasarkan pemantauan, memang ada bukti tayangan itu. Artinya antara satu flyer dan program sesuai dengan diinformasikan, berarti yang berikutnya kami patut untuk menduga bahwa akan tayang dengan program-program yang sudah disebut itu," tutur Mulyo Hadi.

(wk/putr)

You can share this post!

Related Posts