DKI Disebut Bakal Angkut Jenazah COVID-19 Dengan Truk, Wagub Buka Suara
Instagram/arizapatria
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebelumnya, media sosial juga sempat dihebohkan dengan foto pengangkutan peti jenazah COVID-19 di truk. Namun Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI menjelaskan bahwa foto tersebut hanya simulasi.

WowKeren - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut akan mengangkut jenazah pasien virus corona (COVID-19) ke pemakaman dengan menggunakan truk. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumantri dalam rapat bersama Komisi C DPRD DKI pada Rabu (23/6).

Awalnya, Edi menjelaskan tentang anggaran belanja tidak terduga (BTT) DKI 2021 yang kini diarahkan untuk penanganan pandemi COVID-19. Menurut Edi, dana tersebut kini tersisa Rp 186 miliar.

"Uang ini tinggal Rp 186 miliar. Ini dari Rp 2,133 triliun dikurangi Rp 1,946 triliun, tinggal Rp 186 miliar," ungkap Edi. "Sudah terpakai buat apa saja? Dari Rp 186 miliar, sudah digunakan nih untuk peti jenazah."

Kemudian, Edi mengungkapkan bahwa per Selasa (22/6) kemarin, jumlah jenazah yang dimakamkan dengan protokol COVID-19 di DKI mencapai 146 orang. Edi lantas menyebutkan bahwa peti jenazah COVID-19 tersebut akan diangkut dengan truk.

"Hari ini akan diangkat, karena ambulans tidak mungkin lagi, dengan truk, dengan kapasitas satu truk delapan peti," katanya. "Dan hanya satu tempat yang tersedia di Rorotan saja. Makanya ini akan bertambah lagi untuk biaya peti dan lain-lain."

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria lantas angkat bicara terkait pernyataan Edi tersebut. Menurut Riza, truk baru akan digunakan apabila ambulans sudah tidak dapat mengangkut peti jenazah ke pemakaman.


"Itu kan kalau ambulans tidak sanggup," jelas Riza di Balai Kota DKI.

Riza lantas menjelaskan bawha DKI memiliki lebih dari 50 unit ambulans. Ia memastikan bahwa ambulans yang ada di DKI kini masih siap dan dapat menganggkut peti jenazah pasien COVID-19.

Selain itu, Riza juga menjelaskan bahwa partai politik turut menyumbangkan ambulans. Oleh sebab itu, Riza menegaskan belum ada jenazah COVID-19 yang diangkut menggunakan truk. "Sekali pun sudah menjadi jenazah, tetap kami upayakan diantar dengan ambulans," tuturnya.

Sebelumnya, media sosial juga sempat dihebohkan dengan foto pengangkutan peti jenazah COVID-19 di truk. Dalam foto yang beredar, truk pelat merah tersebut dipasangi banner bertuliskan "Mobil Angkutan Jenazah".

Namun Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI, Suzi Marsitawati, mengklarifikasi bahwa foto-foto tersebut hanyalah sebuah simulasi alias percobaan. "Itu simulasi," jelas Suzi kepada CNN Indonesia, Selasa.

Meski demikian, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kapan rencana pengangkutan peti jenazah COVID-19 dengan truk akan dilaksanakan. "Kalau itu belum tahu," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts