Mutasi Corona 'Mengamuk' di RI, Eijkman Pastikan Vaksin Masih Ampuh
Unsplash/Mufid Majnun
Nasional

LBM Eijkman kembali menegaskan bahwa vaksin yang beredar ampuh melindungi masyarakat dari mutasi virus Corona, meski harus tetap diperkuat dengan disiplin protokol kesehatan.

WowKeren - Kini bukan hanya virus Corona yang mesti dihadapi, namun juga mutasi-mutasinya yang acapkali lebih membahayakan. Misalnya saja virus Corona Delta yang turut "mengamuk" di Indonesia, yang memicu rasa khawatir vaksin tak lagi bisa memberi perlindungan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Lembaga Eijkman Bidang Penelitian Fundamental, Prof. Herawati Sudoyo menegaskan bahwa vaksin masih efektif mengurangi jumlah kasus infeksi virus Corona, termasuk yang telah bermutasi. Sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan vaksin COVID-19 tak efektif menangkal mutasi virus, bahkan ada yang tingkat efikasinya sampai 70 persen.

"Kendati begitu, memang ada penurunan efikasi saat vaksin COVID-19 melawan mutasi virus COVID-19 ini," ujar Herawati, Kamis (24/6). "Namun hal itu tidak mengurangi makna perlindungan yang diberikan vaksin COVID-19 itu sendiri."

Karena itulah Herawati mendorong ilmuwan juga ikut terlibat dalam mengampanyekan vaksin dengan bukti-bukti ilmiah dan data. Pasalnya saat ini masih banyak kesimpangsiuran informasi soal vaksinasi yang beredar di masyarakat.


"Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi akibat vaksinasi COVID-19, misalnya," ujar Herawati. "Hanya terjadi di berapa persen dari sekian juta orang yang sudah divaksinasi."

"Akan tetapi hal-hal kecil inilah yang masuk pemberitaan dan menjadi besar. Saya pikir di sinilah porsi ilmuwan berbicara dengan data-data," sambung Herawati.

Namun yang terpenting adalah tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan meski telah divaksin. Mungkin bisa dianalogikan dengan mudah, vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan adalah upaya ganda melindungi diri dari mutasi virus Corona.

"Sekali lagi kita harus mengingatkan vaksin bukan satu-satunya cara untuk mengalahkan virus ini," tegas Herawati. "Jadi yang sudah mulai longgar protokol kesehatannya karena adanya program vaksinasi harus kita perketat protokol kesehatan kita lagi karena adanya mutasi virus baru yang sudah bertransmisi lokal."

Pemerintah memang terus menggenjot upaya vaksinasi warga Indonesia agar segera mencapai herd immunity dan bisa memberi perlindungan. Bahkan Presiden Joko Widodo menegaskan supaya bisa segera mencapai 1 juta vaksinasi COVID-19 per hari, yang dijanjikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bisa dilakukan mulai Sabtu (26/6) besok.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait