Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga mengungkapkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur alias BOR rumah sakit rujukan COVID-19 di Ibu Kota telah mencapai 90 persen per Rabu (23/6).
- Bertilia Puteri
- Kamis, 24 Juni 2021 - 15:40 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di sejumlah wilayah Indonesia belakangan mengalami lonjakan, termasuk DKI Jakarta. Hal ini membuat penumpukan pasien terjadi di sejumlah rumah sakit.
RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, misalnya, harus menampung antrean pasien yang hendak melakukan skrining kesehatan di lorong atau selasar rumah sakit. Pihak Humas RSUD Cengkareng menyatakan bahwa antrean mencapai lorong karena kapasitas ruang sudah tidak cukup.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria lantas angkat bicara mengenai penumpukan pasien COVID-19 di RSUD. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena warga langsung mendatangi rumah sakit tanpa mengecek kapasitasnya terlebih dahulu.
"Memang ada beberapa rumah sakit yang memang pasiennya sampai ke selasar. Itu berproses karena ada yang masuk ada yang keluar, kemudian dia sakit langsung dibawa tanpa mengecek dulu apakah di rumah sakit itu penuh atau tidak," ungkap Riza. "Main dibawa aja pasiennya, sampai rumah sakit ternyata penuh. Nah baru mereka mengecek mencari tempat yang kosong."
Meski sempat terjadi penumpukan pasien, Riza menyatakan bahwa semua dapat dikendalikan dengan baik. Menurut Riza, pihaknya telah berkoordinasi dengan semua pihak dalam penanganan COVID-19, termasuk epidemiolog hingga Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 pusat.
"Jadi tidak ada masalah, semua kita kendalikan dengan baik. Di DKI sudah ada sistemnya," papar politisi Partai Gerindra tersebut. "Sekalipun kasusnya tinggi kita masih dapat mengendalikan dengan baik."
Lebih lanjut, Riza berpesan agar masyarakat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari paparan virus corona. "Yang penting sekarang mari bersama-sama dukung, seluruh masyarakat tetap berada di rumah. Laksanakan prokes secara ketat dan baik," tutur Riza.
Di sisi lain, Riza juga sempat mengungkapkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur alias bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan COVID-19 di Ibu Kota telah mencapai 90 persen per Rabu (23/6). Sedangkan okupansi ruang ICU telah mencapai 86 persen.
(wk/Bert)