1,5 Miliar Limbah Masker Cemari Lautan Imbas Pandemi COVID-19, Bisa Ancam Rantai Makanan Manusia
pixabay.com/leo2014
Dunia

Masalah lingkungan akan terus berlanjut karena mikroplastik sulit dimakan oleh hewan laut. Mikroplastik kemudian dapat diteruskan ke rantai makanan, termasuk ke manusia.

WowKeren - Sebagai salah satu cara mencegah penularan virus adalah dengan memakai masker. Namun sayangnya, penggunaan masker terutama untuk pemakaian sekali pakai yang tidak dibarengi dengan kesadaran lingkungan justru berdampak pada pencemaran.

Melonjaknya penggunaan masker wajah selama pandemi COVID-19 telah memperburuk ancaman langsung dan jangka panjang sampah plastik terhadap kehidupan di lautan. Tak sedikit masker yang terbuat dari bahan plastik, seperti polipropilen dan poliuretan dan serat sintetis lainnya dapat memakan waktu berabad-abad untuk bisa terurai di lingkungan.

Satu kelompok lingkungan memperkirakan bahwa ada lebih dari 1,5 miliar masker wajah telah mencemari lautan pada tahun ketika pandemi dimulai. Pejabat Yayasan Lingkungan Pesisir Kanagawa mengatakan volume masker wajah yang mencapai pantai telah meningkat sejak awal pandemi.

"Masker wajah sebelumnya hanya terlihat secara sporadis di musim dingin," kata seorang pejabat yayasan. "Tetapi kini telah terlihat sepanjang tahun, termasuk di musim panas, sejak pandemi dimulai.


OceansAsia, sebuah kelompok konservasi laut yang berbasis di Hong Kong, memperkirakan akhir tahun lalu bahwa 1,56 miliar masker wajah telah mencemari lautan pada tahun 2020 selama pandemi. Kelompok itu mengatakan satu masker wajah memiliki berat 3 hingga 4 gram, yang berarti antara 4.680 dan 6.240 ton sampah laut tambahan dalam satu tahun.

Di Brasil, sebuah kelompok konservasi laut menemukan masker wajah telah ditemukan di perut seekor penguin yang terdampar di negara bagian Sao Paulo. Sedangkan di Inggris, seekor burung camar ditemukan tidak bergerak karena tali telinga dari masker menyangkut di kakinya.

Meski sampah masker ini dapat terurai dengan sendirinya namun memerlukan waktu berabad-abad. Proses penguraian melalui paparan gelombang dan angin dan berubah menjadi mikroplastik ini bisa memakan waktu sekitar 450 tahun.

Masalah lingkungan akan terus berlanjut karena mikroplastik sulit dikumpulkan dan dimakan oleh kehidupan laut, yang disalahartikan sebagai plankton. Mikroplastik kemudian dapat diteruskan ke rantai makanan, termasuk ke manusia. Untuk itu, pejabat OceansAsia menyerukan kepada masyarakat untuk tidak membuang masker bekas secara sembarangan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait