Eks Presiden Filipina Benigno Aquino Wafat Akibat Penyakit Ginjal, Terungkap Sempat Dirawat di RS
AP Photo/Aaron Favila
Dunia

Benigno Aquino III, yang dikenal sebagai Presiden Filipina periode 201-2016, meninggal dunia pada Kamis (24/6). Terungkap Aquino rupanya meninggal akibat penyakit ginjal.

WowKeren - Wafatnya mantan Presiden Filipina, Benigno Aquino III pada Kamis (24/6) kemarin tentu mengejutkan publik. Aquino, yang dikenal juga dengan nama Noynoy, meninggal dunia di usianya yang ke-61 tahun dan terungkap sempat dirawat di rumah sakit sebelum mengembuskan napas terakhir.

Dan kini terungkap bahwa Noynoy Aquino meninggal dunia akibat penyakit ginjal. Hal ini seperti disampaikan oleh saudara perempuan sang mantan presiden, Pinky Aquino-Abellada, dalam pernyataan resmi mewakili keluarganya.

Aquino-Abellada mengungkap mendiang Noynoy Aquino mengembuskan napas terakhir dengan damai dalam tidurnya. Ditunjukkan pula sertifikat kematian mendiang yang mengungkap penyebab kepergiannya, "penyakit ginjal komplikasi dari diabetes."

"Sejak sebelum pandemi, dia sudah berkali-kali keluar-masuk rumah sakit," ungkap Aquino-Abellada di Kota Taguig, seperti dilansir dari Philippine Star, Jumat (25/6). "Kepada 15,2 juta orang yang memercayainya pada 2010 lalu dan memberikannya kesempatan terbesar sebagai seorang warga Filipina, saya, selaku saudara perempuannya, selamanya berterimakasih kepada kalian."


Juru Bicara Presiden Filipina saat ini, Rodrigo Duterte, Harry Roque, juga turut menyampaikan ungkapan duka atas kepergian Noynoy Aquino. "Negara ini sangat berterimakasih kepada mantan presiden (Aquino) atas kontribusinya dan pelayanannya kepada Filipina," kata Roque.

Atas kepergian Noynoy Aquino, pemerintah Filipina memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang. Duterte sendiri merupakan Presiden Filipina yang menjabat setelah Noynoy Aquino mengakhiri masa jabatannya pada 2016 lalu.

Keluarga Aquino sendiri memang tak akan bisa dipisahkan dari sejarah panjang dan berdarah politik Filipina. Ayahnya, Benigno Aquino Jr., adalah figur politik yang meninggal dunia dalam upaya pembunuhan pada 1983, yang memicu gerakan rakyat menggulingkan diktator Ferdinand Marcos.

Ibu mendiang, Maria Corazon Aquino, adalah yang menjadi figur pemimpin gerakan rakyat dan akhirnya ditetapkan sebagai presiden pada 1986. Karier politik Noynoy Aquino sendiri mulai menjadi sorotan setelah menjabat sebagai anggota Kongres Filipina pada 1998-2007, dan diikuti menjadi senator pada 2007-2010.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait