Urutan genetik sampel virus memiliki petunjuk penting tentang bagaimana virus corona bergeser ke manusia dari hewan lain, yang banyak disebut-sebut adalah kelelawar.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 25 Juni 2021 - 11:54 WIB
WowKeren - Asal-usul virus COVID-19 hingga kini masih menjadi teka-teki. Analisis baru, yang dirilis Selasa (22/6), memperkuat dugaan sebelumnya bahwa berbagai virus corona mungkin telah beredar di Wuhan sebelum wabah awal terkait dengan pasar hewan dan makanan laut pada Desember 2019.
Sekitar setahun yang lalu, urutan atau sekuens genetik dari lebih dari 200 sampel virus dari kasus awal COVID-19 di Wuhan, menghilang dari database ilmiah online. Dengan me-rooting melalui file yang disimpan di Google Cloud, seorang peneliti di Seattle melaporkan bahwa ia telah memulihkan 13 dari urutan asli tersebut.
Dr Jesse Bloom, ahli virus di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson yang menulis laporan itu, menyebut penghapusan urutan ini mencurigakan. "Sepertinya urutannya dihapus untuk mengaburkan keberadaannya," tulisnya di makalah, yang belum ditinjau sejawat atau diterbitkan dalam jurnal ilmiah.
Urutan genetik sampel virus memiliki petunjuk penting tentang bagaimana virus corona bergeser ke manusia dari hewan lain, yang banyak disebut-sebut adalah kelelawar. Urutan awal pandemi sangat penting karena mampu membawa para ilmuwan lebih dekat untuk memecahkan teka-teki ini.
Bloom meninjau data genetik yang telah diterbitkan berbagai kelompok penelitian, ia menemukan studi Maret 2020 dengan spreadsheet yang mencakup informasi tentang 241 urutan genetik yang dikumpulkan oleh para ilmuwan di Universitas Wuhan. Ketika Bloom mencari urutan Wuhan dalam database awal bulan ini, satu-satunya hasilnya adalah "tidak ada item yang ditemukan." Ia pun semakin bingung dan akhirnya terus melakukan pencarian.
Dengan meneliti arsip, Bloom menemukan bahwa banyak dari urutan disimpan sebagai file di Google Cloud. Setiap urutan terkandung dalam file di cloud, dan semua nama file memiliki format dasar yang sama. Bloom menukar kode dengan urutan yang hilang dari Wuhan dan ia pun berhasil memulihkan 13 urutan dari cloud dengan cara ini.
Dengan data baru ini, Bloom melihat kembali tahap awal pandemi. Dia menggabungkan 13 urutan dengan urutan lain yang diterbitkan dari virus corona awal, berharap untuk membuat kemajuan dalam membangun silsilah keluarga Sars-CoV-2.
(wk/zodi)