Australia Umumkan Tak Lagi Gunakan Vaksin AstraZeneca Mulai Oktober Mendatang
pixabay.com/ilustrasi
Dunia

Vaksinasi COVID-19 massal saat ini tengah dilakukan oleh negara-negara dunia yang melawan pandemi. Meski demikian, Australia mengumumkan per Oktober nanti tidak lagi menggunakan vaksin AstraZeneca.

WowKeren - Vaksin COVID-19 menjadi kebutuhan utama bagi negara-negara di dunia yang sedang dilanda pandemi. Seperti yang diketahui pelaksanaan vaksinasi massal itu bertujuan untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunitas.

Meski demikian, tak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan vaksin COVID-19 saat ini sangat tinggi. Sementara itu, pemerintah Australia akan menghentikan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca-Oxford mulai Oktober mendatang.

Komandan Gugus Tugas COVID-19 Letnan Jenderal John Frewen merilis proyeksi Departemen Kesehatan rincian dosis vaksin yang akan direlokasikan di setiap negara bagian dan teritori setiap minggu selama tahun 2021. Adapun perilisan tersebut dilakukan pada Rabu (23/6) malam.

Frewen mengungkapkan bahwa Australia akan menerima vaksin COVID-19 Pfizer sekitar 1,7 juta hingga 2,3 juta dosis setiap minggunya mulai Oktober mendatang. Angka tersebut lebih banyak dibandingkan dengan penerimaan di bulan Juli dan Agustus. Adapun jumlah kenaikan dosis vaksin COVID-19 itu sebesar 650 ribu dosis per minggu.

Sedangkan vaksin AstraZeneca, saat ini hanya digunakan untuk para masyarakat lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun. Hal ini dikarenakan masyarakat Australia lebih menyukai menggunakan vaksin Pfizer.


"Ini memberi negara bagian semua informasi terbaik yang kami bisa untuk membantu mereka merencanakan mendapatkan semua vaksinasi yang dapat kami berikan kepada warganya secepat mungkin," tutur Frewen.

Dalam proyeksi yang dirilis oleh Frewen itu mengatakan bahwa pemerintah mengharapkan vaksin Moderna juga tersedia pada September nanti. Pemerintah berharap bisa mendapatkan vaksin Moderna sebanyak 87 ribu dosis yang distribusikan per minggu.

Lebih lanjut, Frewen menuturkan bahwa Australia telah mendapatkan vaksin AstraZeneca sebanyak 53,8 juta dosis. "Asumsinya adalah untuk semua orang dan kelompok di mana AstraZeneca lebih disukai, kami pikir mereka akan menerima AstraZeneca mereka sebelum kuartal keempat," jelas Frewen.

"Untuk siapa pun yang masih membutuhkan AstraZeneca, kami akan memiliki alokasi yang tersedia hingga kuartal keempat dan kami sepenuhnya berharap akan ada pasokan yang memadai," tutup Frewen.

Selanjutnya, Frewen mengatakan bahwa sudah sejak awal April lalu, pemerintah menganjurkan warga di bawah usia 50 tahun untuk mendapatkan vaksinasi dengan Pfizer dibanding AstraZeneca. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran akan pembekuan darah kepada penerima.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait