Permintaan Kian Meningkat, Klinik di Singapura Berniat Impor Vaksin Sinovac dan Sinopharm
pexels.com/Nataliya Vaitkevich
Dunia

Kementerian Kesehatan Singapura sebelumnya telah merilis daftar klinik yang disetujui untuk memberikan suntikan vaksin dengan biaya 10 hingga 25 dolar Singapura untuk satu dosis.

WowKeren - Permintaan vaksin di Singapura terus meningkat. Sebanyak dua institusi kesehatan swasta di Singapura ingin memakai lebih banyak vaksin Sinovac dan Sinopharm buatan Tiongkok.

Kedua klinik tersebut adalah StarMed Specialist Center dan satu lagi klinik yang tidak disebutkan namanya. Keduanya adalah bagian dari 24 klinik yang disetujui untuk mengelola suntikan Sinovac di bawah Rute Akses Khusus. Salah satu klinik menunjukkan kepada CNA bahwa ada rencana untuk meninjau hambatan regulasi dan logistik untuk membawa vaksin ini.

Kementerian Kesehatan Singapura telah merilis daftar klinik yang disetujui untuk memberikan suntikan pada 16 Juni lalu dengan biaya 10 hingga 25 dolar Singapura untuk satu dosis. Pusat Spesialis StarMed memberikan sekitar 80 dosis sehari, dan diharapkan untuk memberikan 120 dosis sebulan dari sekarang. Sejauh ini, 4.000 orang telah membuat janji untuk divaksinasi.


Sementara itu, klinik lain, Thomson Wellth Clinic, mengatakan mampu memberikan sekitar 150 vaksinasi sehari. Klinik ini telah memvaksinasi sekitar 400 orang sejauh ini. Lebih dari 1.500 orang telah mendaftarkan minat mereka untuk menerima vaksin Sinovac.

Tiongkok telah mengelola lebih dari 1 miliar vaksin buatan sendiri. Sejauh ini, Negara Tirai Bambu telah menyalurkan lebih dari 1 miliar dosis vaksin COVID-19, yang sebagian besar dikembangkan oleh perusahaan lokal Sinovac dan Sinopharm.

Sejumlah negara memang tengah berlomba-lomba untuk menyuntikkan vaksin kepada warganya secepat dan sebanyak mungkin. Sebab dengan cara ini diharapkan mampu memulihkan kondisi kesehatan masyarakat yang pada akhirnya akan memulihkan perekonomian.

Di India misalnya. Baru-baru ini pemerintah di sana membuka vaksinasi gratis untuk semua warganya sebagai langkah untuk mempercepat upaya inokulasi. Sebelumnya, upaya vaksinasi India sempat mengalami pelambatan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini disebabkan karena kurangnya suntikan serta merebaknya keraguan di tengah masyarakat.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait