Kasus COVID-19 Pada Anak Semakin Merebak, Kemenkes Tengah Kaji Langkah Vaksinasi
Twitter/KemenkesRI
Nasional

Pemerintah saat ini tengah dikhawatirkan dengan semakin merebaknya kasus COVID-19 pada anak-anak. Kementerian Kesehatan saat ini tengah merundingkan dan membicarakan terkait dengan pemberian vaksin kepada anak-anak.

WowKeren - Lonjakan COVID-19 yang terjadi di Indonesia belakangan ini, semakin merebak ke mana-mana dan tidak pandang bulu. Belakangan, seiring dengan lonjakan COVID-19 yang terjadi, kasus pada anak-anak di bawah usia 18 tahun juga semakin bertambah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan bahwa tren kasus positif COVID-19 pada anak-anak masih terus meningkat hingga saat ini. Berdasarkan data per Kamis (24/6), dari 7 ribu kasus positif COVID-19, sebanyak 15 persen di antaranya merupakan kasus yang menyerang anak-anak.

Adapun rincian detailnya sebagai berikut 830 kasus COVID-19 menyerang anak usia 6 sampai 18 tahun. Kemudian, sebanyak 282 kasus menyerang anak usia 0-5 tahun. "Sedangkan 5.775 kasus berusia 19-59 tahun, dan 618 kasus berusia 60 tahun ke atas," tutur Dwi dalam keterangan tertulis, Jumat (25/6).


Maka dari itu, Dwi meminta agar para orangtua bisa menjaga anak-anaknya dengan baik, serta memperhatikan protokol kesehatan ketika membawa mereka pergi ke luar rumah. Selain itu, juga diharapkan orangtua bisa menjaga anaknya agar tidak bermain di luar rumah.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mengkaji vaksin yang sudah memiliki izin penggunaan darurat (EUA) untuk usia muda. "Ada yang sudah kita amati sekarang, ada dua yang ada di list yakni vaksin Sinovac yang bisa untuk anak-anak umur 3 sampai 17 tahun, kemudian Pfizer yang bisa umur 12-17 tahun," terang Budi dalam keterangan pers, Jumat (25/6).

Budi menuturkan bahwa saat ini pihaknya sudah berbicara dengan Indonesian Technical Advisory Group for Immunization (ITAGI) terkait dengan vaksin untuk anak-anak. Terkait dengan pemberian vaksin COVID-19 pada anak-anak nanti juga harus mendengarkan kata para ahli.

"Sekarang kita sedang melakukan penelitian bagaimana mengenai keparahan saat anak terpapar COVID-19," lanjut Budi. "Ada memang datanya di seluruh dunia untuk usia di bawah 18 tahun itu 99 persen lebih bisa sembuh dibandingkan dengan usia yang di atas 18 tahun."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait