Dave Smith dikonfirmasi positif pada Maret 2020 dan menjalani 305 lebih hari setelahnya sebagai pasien COVID-19. Smith akhirnya bisa sembuh setelah menerima obat yang belum diterima di Inggris.
- Elvariza Opita
- Jumat, 25 Juni 2021 - 14:16 WIB
WowKeren - Masih banyak misteri yang belum terungkap di balik wabah COVID-19. Termasuk soal kejadian yang dialami seorang pensiunan instruktur mengemudi bernama Dave Smith di Bristol, Inggris.
Melansir Today Online, Smith dikonfirmasi positif COVID-19 selama 10 bulan berturut-turut, tepatnya sebanyak 43 kali. Smith juga dirawat di rumah sakit sebanyak 7 kali sepanjang waktu itu dan bahkan telah merencanakan pemakaman untuk dirinya sendiri.
"Saya telah mengundurkan diri, saya telah memanggil keluarga, berdamai dengan semua orang, mengucapkan selamat tinggal," tutur Smith kepada BBC. Istrinya, Linda, juga mengungkap kesulitan Smith selama hampir setahun berjuang melawan COVID-19 yang tak jua usai.
Yang membuat kondisi Smith berbeda dari kebanyakan kasus "long COVID" lain adalah virus Corona aktif itu masih ditemui di dalam tubuhnya. "Ini bukan cuma sisa fragmen virus Corona yang sensitif dideteksi PCR," ujar Konsultan Penyakit Menular di Universitas Bristol dan North Bristol NHS Trust, Dr Ed Moran.
"Ini adalah virus yang aktif," imbuh Moran, dilansir pada Jumat (25/6). "Kami bisa membawa sampel virusnya ke laboratorium untuk ditumbuhkan (sebagai bukti)."
Yang tak disangka, Smith akhirnya bisa sembuh karena pemberian obat "terlarang". Smith rupanya bisa bangkit melawan infeksi virus Corona itu dengan pemberian koktail antibodi sintetis Regeneron yang dikembangkan sebuah perusahaan bioteknologi Amerika Serikat.
Dalam uji klinisnya, pemberian Regeneron diklaim bisa menurunkan tingkat kematian pada pasien COVID-19. Namun Regeneron sendiri tidak diterima secara klinis oleh Inggris.
"Ini seperti Anda diberi hidup Anda kembali," kata Smith. Pria itu akhirnya dinyatakan negatif COVID-19 45 hari setelah menerima Regeneron dan sekitar 305 hari lebih sejak pertama kali dikonfirmasi positif teinfeksi virus Corona.
Kini kasus yang dialami Smith tengah didalami secara khusus oleh Ahli Virus Universitas Bristol, Andrew Davidson. Secara khusus ia menyoroti ke mana virus Corona bersembunyi di tubuh Smith yang memiliki riwayat penyakit paru-paru serta baru saja sembuh dari leukemia sebelum terpapar COVID-19.
(wk/elva)