Sleman Diguyur Hujan Abu Usai Gunung Merapi 3 Kali Luncurkan Awan Panas Guguran
Wikimedia Commons/Ryan Gustiawan Putra
Nasional

Berdasarkan data BPPTKG, seismogram mencatat awan panas dengan amplitudo 75 milimeter dan durasi 61, 132, dan 245 detik. Sedangkan tinggi kolom asap teramat mencapai kurang lebih 1.000 meter di atas puncak gunung.

WowKeren - Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas sebanyak tiga kali dengan jarak luncur mencapai tiga kilometer ke arah tenggara pada Jumat (25/6) pagi ini. "Terjadi tiga kali awan panas guguran di Merapi tanggal 25 Juni 2021 pukul 04.43 WIB," jelas Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, dalam keterangannya.

Akibatnya, sebagai wilayah Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguyur abu. Berdasarkan data BPPTKG, seismogram mencatat awan panas dengan amplitudo 75 milimeter dan durasi 61, 132, dan 245 detik. Sedangkan tinggi kolom asap teramat mencapai kurang lebih 1.000 meter di atas puncak gunung.

"Hujan abu dilaporkan terjadi di beberapa tempat," ungkap Hanik. "Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mematuhi rekomendasi BPPTKG dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik seperti menggunakan masker dan menutup penyimpanan air."

Tak hanya awan panas, guguran lava pijar juga teramati mengarah ke tenggara dan barat daya pada pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. "Teramati lima kali guguran lava pijar ke arah barat daya dan enam kali ke arah tenggara dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter," ujarnya.


Sementara itu, data pusat pengendali operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat ada lima titik yang terdampak hujan abu hari ini. Antara lain kawasan Kalitengah Glagaharjo Cangkringan, Kaliadem Kepuharjo Cangkringan, Ngrangkah Umbulharjo Cangkringan, Turgo Purwobinangun Kecamatan Pakem, Plosokerep Umbulharjo Cangkringan.

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, warga setempat tetap bersikap tenang meski diguyur hujan abu. "Hujan abu masih berlangsung, tinggal tipis. Warga tenang, bersiaga. Masih mandaliem," kata Makwan.

Di sisi lain, aktivitas Gunung Merapi pagi ini membuat aktivitas camping malam hari di tempat wisata Bukit Klangon di Cangkringan, Sleman, terpaksa ditutup sementara. Adapun aktivitas wisata Bukit Klangon sendiri baru dibuka pada awal Juni 2021.

"Berkaitan dengan naiknya aktivitas Gunung Merapi, demi keamanan dan kenyamanan maka kami sampaikan bahwa kegiatan wisata malam/camping di bukit Klangon ditutup sementara," tulis pihak pengelola di Instagram Story akun @pesona_klangon. "Bagi yang sudah reservasi/daftar dan yang berencana mau camping mohon dibatalkan atau ditunda dahulu sampai keadaan benar-benar aman."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts