Joko Anwar Ungkap Kondisi Miris di RSUD Bekasi: Yang Bilang Covid Konspirasi Kalian Bukan Manusia
Instagram/jokoanwar
Selebriti
Seleb vs Corona

Joko Anwar mengungkapkan rasa prihatin atas kondisi pandemi Covid-19 di tanah air yang makin mengkhawatirkan. Joko Anwar juga menunjukkan kondisi miris pasien di RSUD bekasi.

WowKeren - Kondisi pandemi Covid-19 di Tanah Air malah semakin mengkhawatirkan memasuki tahun kedua. Apalagi makin banyak isu konspirasi hingga sejumlah masyarakat akhirnya tak percaya dengan adanya Covid-19. Kondisi itu rupanya juga menjadi perhatian tersendiri bagi sutradara kondang, Joko Anwar.

Lewat salah satu unggahan Instagram Story-nya, Joko Anwar membagikan video kondisi yang sangat miris dan memprihatinkan di RSUD Bekasi. Terlihat sejumlah antrean pasien yang terlantar di luar rumah sakit menunggu giliran untuk di periksa. Beberapa di antara mereka bahkan harus tergeletak di tempat yang tidak semestinya.

Joko Anwar Ungkap Kondisi Miris di RSUD Bekasi: Yang Bilang Covid Konspirasi Kalian Bukan Manusia

Instagram Story

Joko Anwar pun mengecam keras orang-orang yang masih terus keras kepala dan ngeyel bahwa Covid-19 hanyalah sebuah konspirasi belaka. Apalagi yang berkoar-koar tidak perlu adanya penerapan protokol kesehatan.


Joko Anwar bahkan menilai orang-orang tersebut bukanlah manusia. "Yang masih bilang covid konspirasi dan masih bilang nggak perlu prokes, kalian bukan manusia," tulis sutradara film "Perempuan Tanah Jahanam" itu pada Jumat (25/6).

Pada Instagram Story yang berikutnya, Joko Anwar pun mencoba membagikan edukasi dan informasi mengenai Covid-19. Terutama soal tes PCR dan respon yang tepat terhadap hasil tes PCR.

Photo-INFO

Instagram Story

"Edukasi tentang PCR yang menakutkan. Jangan panik kalau hasil PCR kamu positif doang. Minta juga hasil CT nya. CT 0-11 hasil lab invalid CT 12-20 banyak virus CT 21-30 fase penyebuhan CT 31-40 sembuh," bunyi tulisan tersebut.

"PCR tidak perlu diulang ulang karena tes PCR tidak bisa membedakan fragmen virus yang hidup atau mati. Kalau hasil PCR tidak disertakan CT value mohon diminta, jangan terjebak dalam kebodohan. Jadi jangan apnik kalau hasil PCR positif doang, bukan vonis mati," tutup informasi tersebut.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts